Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Disdik Batam Siapkan Subsidi SPP bagi Siswa Kurang Mampu

Antara • Senin, 15 Juni 2026 | 16:51 WIB
Beberapa anak sekolah dasar di lingkungan sekolah saat waktu istirahat di Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)
Beberapa anak sekolah dasar di lingkungan sekolah saat waktu istirahat di Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menyiapkan program subsidi biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri dan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kota Batam, Yusal, mengatakan bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Untuk siswa SD bantuan yang diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan siswa SMP sebesar Rp400 ribu per bulan. Anggarannya sudah kami siapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang tidak tertampung di sekolah negeri,” kata Yusal saat dihubungi di Batam, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, program subsidi diberikan dengan sejumlah persyaratan agar penyalurannya tepat sasaran. Salah satu syarat utama adalah calon penerima telah mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri, namun tidak memperoleh kursi sehingga harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Kanal Golden Prawn Bengkong

“Pertama, calon penerima harus sudah mendaftar ke sekolah negeri pada SPMB namun tidak tertampung. Kemudian siswa tersebut diarahkan ke sekolah swasta, maka mereka berhak diusulkan sebagai penerima subsidi,” ujarnya.

Selain itu, penerima bantuan harus berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kategori desil 1 hingga desil 5. Data tersebut menjadi acuan utama dalam menentukan kelayakan penerima bantuan.

“Kami fokus membantu masyarakat yang kurang mampu. Karena itu, penerima bantuan harus masuk dalam kategori desil 1 sampai desil 5. Data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan,” kata Yusal.

Menurut dia, status penerima bantuan dapat berubah mengikuti pembaruan data DTSEN yang dilakukan pemerintah. Jika kondisi ekonomi keluarga meningkat sehingga keluar dari kategori desil 1 hingga 5, maka bantuan tidak lagi diberikan. Sebaliknya, siswa yang sebelumnya tidak memenuhi syarat dapat diusulkan apabila masuk dalam kategori yang ditetapkan.

“Kalau sebelumnya desil 5 lalu berubah menjadi desil 6 setelah pembaruan data, maka tidak berhak lagi menerima bantuan. Namun jika ada yang sebelumnya desil 6 kemudian masuk desil 5, sekolah bisa mengusulkan untuk menerima bantuan,” ujarnya.

Proses pengusulan dilakukan oleh pihak sekolah dan selanjutnya diverifikasi oleh Disdik Batam sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Program subsidi biaya pendidikan tersebut telah berjalan sejak tahun ajaran sebelumnya dan kini memasuki tahun kedua pelaksanaan. Disdik mencatat jumlah penerima manfaat terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Saat ini sudah lebih dari 500 siswa SD dan sekitar 200 siswa SMP yang menerima bantuan subsidi SPP. Nominal bantuannya tetap Rp300 ribu untuk SD dan Rp400 ribu untuk SMP per bulan,” kata Yusal.

Baca Juga: AS-Iran Menuju Kesepakatan Bersejarah, Teheran Siap Tinggalkan Ambisi Senjata Nuklir

Selain program subsidi biaya pendidikan, Disdik Batam juga melanjutkan program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Program seragam gratis masih berproses. Penerimanya adalah murid baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Saat ini kami masih menunggu data hasil SPMB untuk proses pengadaannya,” ujarnya.

Melalui berbagai program bantuan tersebut, Pemerintah Kota Batam berupaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. (*)

Editor : Putut Ariyo
#pendidikan Batam #SPMB 2026 #Sekolah Swasta Batam #subsidi spp #disdik batam