Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Polda Kepri Gelar Lomba Berbalas Pantun, Lestarikan Budaya Melayu Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Yashinta • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:01 WIB
Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei.
Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei. 

batampos – Polda Kepulauan Riau menggelar lomba berbalas pantun di kawasan Mega Mall Batam Centre pada Minggu (21/6) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” ini bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus melestarikan budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Kepulauan Riau.

Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, mengatakan lomba berbalas pantun merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri melalui kearifan lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat Melayu.

“Melalui perlombaan berbalas pantun ini, Polda Kepri ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya Melayu sebagai warisan yang sangat berharga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80, sehingga kehadiran Polri dapat semakin dirasakan dan dicintai oleh masyarakat,” ujarnya.

Lomba tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya pendaftaran. Peserta yang memiliki minat terhadap seni berpantun dapat mengikuti kompetisi ini dengan mendaftarkan diri melalui tautan yang telah disediakan panitia.

Selain menjadi ajang menyalurkan kreativitas dan kemampuan berpantun, peserta juga berkesempatan meraih hadiah berupa uang pembinaan jutaan rupiah, trofi, serta sertifikat penghargaan.

“Jadi lomba ini bisa diikuti siapa saja, dan gratis. Hadiah jutaan rupiah beserta penghargaan lainnya,” kata Nona.

Adu Kreativitas dalam Berbalas Pantun

Dalam pelaksanaannya, peserta akan bertanding secara langsung dengan format satu lawan satu. Setiap peserta harus menyampaikan pantun yang kemudian dibalas secara spontan oleh lawannya. Penilaian dewan juri akan meliputi kreativitas, kesesuaian dengan tema, serta kemampuan menyampaikan pantun dengan baik.

Untuk memperkuat nuansa budaya Melayu, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana adat Melayu selama perlombaan berlangsung.

“Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana adat Melayu selama perlombaan berlangsung,” jelasnya.

Lima Tema Utama

Panitia menyediakan lima tema yang dapat dipilih peserta, yaitu:

  1. 80 Tahun Bhayangkara Mengabdi untuk Negeri dan Masyarakat Kepri.

  2. Polri Sahabat Masyarakat, Pelindung Negeri Bunda Tanah Melayu.

  3. Bersama Polri Menjaga Kamtibmas Kepulauan Riau.

  4. Budaya Melayu Perekat Persatuan, Polri Pengawal Kebhinekaan.

  5. Generasi Muda Kepri, Cerdas Digital Bersama Polri.

“Ada lima tema yang disiapkan, setiap peserta bebas memilih tema yang diinginkan,” ujar Nona.

Melalui kegiatan ini, Polda Kepri berharap generasi muda semakin mencintai budaya daerah serta menumbuhkan semangat persatuan, persaudaraan, dan gotong royong dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kepulauan Riau.

Masyarakat juga diundang untuk menyaksikan dan memeriahkan perlombaan tersebut yang menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu sekaligus perayaan Hari Bhayangkara ke-80. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Lomba Berbalas Pantun #polda kepri