batampos – Puskesmas Sekupang terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui program IBU HEBRING (Kelas Ibu Hamil, Yoga dan Hypnobirthing). Program ini dirancang untuk membantu ibu hamil mempersiapkan diri secara fisik maupun mental sehingga lebih siap menghadapi proses persalinan.
Kegiatan yang digelar setiap Sabtu pada pekan ketiga dan keempat setiap bulan di Aula Puskesmas Sekupang tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memperoleh edukasi seputar kehamilan, peserta juga mengikuti senam hamil, yoga, serta hypnobirthing secara gratis.
Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, mengatakan program ini lahir dari kebutuhan masyarakat, khususnya ibu hamil yang bekerja dan sulit mengikuti kelas kehamilan yang umumnya diselenggarakan pada hari kerja.
“Kelas ibu hamil sebenarnya sudah rutin dilakukan melalui posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya. Namun banyak ibu pekerja yang tidak dapat mengikuti karena jadwalnya bertepatan dengan jam kerja. Karena itu kami menyediakan kelas khusus pada hari Sabtu agar lebih mudah diakses,” ujar Indriani, Sabtu (20/6).
Menurut dia, IBU HEBRING memiliki konsep yang berbeda dibandingkan kelas ibu hamil pada umumnya. Selain mendapatkan materi edukasi, peserta juga memperoleh pendampingan praktik yoga dan hypnobirthing dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap, seperti gym ball, matras, serta ruang latihan yang nyaman.
“Di masyarakat, sarana dan prasarana sering kali terbatas. Melalui program ini, ibu hamil tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung yang membantu mempersiapkan kehamilan dan persalinan secara optimal,” katanya.
Program yang telah berjalan sejak Agustus 2025 itu terbuka bagi seluruh ibu hamil di Kota Batam, tidak terbatas hanya untuk warga Kecamatan Sekupang. Namun, jumlah peserta dibatasi antara 10 hingga 15 orang per sesi agar proses edukasi dan pendampingan berjalan lebih efektif.
“Siapa pun bisa mengikuti program ini selama merupakan warga Kota Batam. Pembatasan kuota dilakukan agar setiap peserta mendapatkan pendampingan yang maksimal,” ujarnya.
Indriani mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Bahkan, banyak peserta yang kembali mengikuti kelas berikutnya setelah merasakan manfaat dari kegiatan yang diberikan.
“Alhamdulillah peminatnya selalu ada. Meski cuaca kurang mendukung, peserta tetap hadir. Banyak yang mengikuti kelas lebih dari satu kali karena merasa mendapatkan manfaat yang besar,” katanya.
Sementara itu, Bidan Koordinator Puskesmas Sekupang, Fitri Novi Palupi, menjelaskan bahwa hypnobirthing merupakan metode relaksasi yang menggabungkan teknik pernapasan dengan afirmasi positif untuk membantu ibu hamil lebih tenang selama masa kehamilan hingga persalinan.
“Hypnobirthing bukan sekadar hipnosis. Metode ini membantu ibu mengatur napas sekaligus membangun pikiran positif sehingga lebih rileks, tenang, dan percaya diri saat menghadapi proses melahirkan,” jelasnya.
Menurut Fitri, salah satu tujuan utama hypnobirthing adalah mengurangi rasa takut dan kecemasan yang kerap dialami ibu hamil, terutama pada kehamilan pertama.
“Kami membantu ibu mengelola kecemasan dan membangun keyakinan bahwa proses kehamilan dan persalinan dapat dijalani dengan nyaman. Ketika kondisi mental lebih baik, ibu akan lebih siap menghadapi masa kehamilan, persalinan, hingga masa nifas,” ujarnya.
Selain hypnobirthing, peserta juga mendapatkan sesi yoga yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran selama kehamilan. Yoga dinilai mampu membantu meningkatkan kenyamanan tubuh, memperbaiki kualitas tidur, mengurangi stres, serta mempersiapkan kondisi fisik menjelang persalinan.
Program ini direkomendasikan bagi ibu hamil yang memasuki trimester kedua hingga trimester ketiga atau usia kehamilan di atas 13 minggu. Meski pertemuan dilaksanakan dua kali dalam sebulan, peserta tetap diberikan latihan mandiri yang harus dilakukan secara rutin di rumah.
“Kami memberikan panduan latihan dan teknik pernapasan yang harus dipraktikkan secara mandiri. Pada pertemuan berikutnya akan dilakukan evaluasi untuk melihat perkembangan peserta,” kata Fitri.
Ia menilai masih banyak ibu hamil yang lebih fokus mempersiapkan perlengkapan bayi dibandingkan kesiapan fisik dan mental menjelang persalinan. Padahal, kecemasan menjadi salah satu tantangan yang paling sering dialami selama masa kehamilan.
“Banyak yang sibuk menyiapkan kebutuhan bayi, tetapi lupa mempersiapkan diri sendiri. Padahal kesiapan mental dan fisik sangat penting untuk mendukung proses persalinan yang lebih nyaman,” ujarnya.
Untuk memperkuat layanan kesehatan ibu, Puskesmas Sekupang juga menyediakan skrining kesehatan jiwa bagi ibu hamil serta layanan konsultasi gizi daring melalui inovasi Seligilan. Layanan tersebut membantu peserta memperoleh informasi terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan.
Melalui program IBU HEBRING, Puskesmas Sekupang berharap dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Kami ingin seluruh ibu hamil sehat secara fisik, mental, dan emosional. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang, mereka akan lebih siap melahirkan generasi penerus yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutup Indriani.
Editor : Putut Ariyo