Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Lonjakan Peminat SMK Bikin Banyak SMA di Batam Belum Penuhi Kuota

Mohamad Ismail • Minggu, 21 Juni 2026 | 23:01 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Fenomena pergeseran pilihan pendidikan kembali terjadi pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kepulauan Riau. Tahun ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi tujuan utama lulusan SMP, sementara sejumlah SMA negeri di Kota Batam masih kesulitan memenuhi kuota penerimaan siswa baru.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri mencatat, tren tersebut cukup signifikan terutama di Batam. Dari sekitar 30 SMA negeri yang membuka pendaftaran, hanya lima sekolah yang sudah memenuhi daya tampung.

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, menyebut SMA yang telah terpenuhi kuotanya yakni SMA 1, SMA 3, SMA 5, SMA 8, dan SMA 20. Selebihnya masih kekurangan pendaftar.

Baca Juga: Debarkasi Batam Pulangkan 7.869 Jemaah Haji, Tersisa Tujuh Kloter Lagi

"Yang sudah penuh baru lima SMA itu. Selebihnya masih belum terpenuhi karena mayoritas siswa memilih SMK," kata Andi, Minggu (21/6).

Kondisi sebaliknya terjadi di SMK negeri yang justru mengalami lonjakan pendaftar. SMKN 1 Batam menjadi salah satu yang paling menonjol dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 2.400 orang, jauh di atas kapasitas yang hanya 980 siswa.

Lonjakan minat juga terjadi di SMKN 5, SMKN 7, dan beberapa SMK lainnya yang menjadi favorit calon peserta didik baru.

"Selain SMKN 1, beberapa SMK lain juga mengalami kelebihan pendaftar," ujarnya.

Menurut Andi, meningkatnya minat terhadap SMK tidak lepas dari kecenderungan siswa yang ingin lebih cepat masuk dunia kerja setelah lulus sekolah menengah.

Baca Juga: Pemko Batam Gelontorkan Rp15 Miliar Perbaiki Jalan S Parman

Untuk mengantisipasi ketidakseimbangan daya tampung tersebut, Disdik Kepri menyiapkan sejumlah langkah. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menambah dua SMK baru, yakni SMKN 13 dan SMKN 14.

Selain itu, dua SMA di Batam juga direncanakan dialihfungsikan menjadi SMK untuk memperkuat kapasitas pendidikan vokasi.

"Rencananya SMA 16 dan SMA 18 akan dikonversi menjadi SMK," jelasnya.

Disdik Kepri juga menyiapkan pembangunan SMK penyangga yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Selama proses pembangunan berlangsung, siswa akan ditempatkan sementara di sekolah lain yang sudah ditunjuk.

"Untuk sementara mereka belajar di sekolah yang ditetapkan. Setelah gedung selesai dibangun pada 2027, baru dipindahkan," tutup Andi. (*)

Editor : M Tahang
#SPMB 2026 #Disdik Kepri #batam