Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

SPMB 2026: SMK Diserbu Pendaftar, Banyak SMA Negeri di Batam Belum Penuhi Kuota

Mohamad Ismail • Senin, 22 Juni 2026 | 09:31 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Tingginya minat lulusan SMP melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kepulauan Riau. Fenomena ini membuat sejumlah SMK negeri mengalami lonjakan pendaftar, sementara sebagian besar SMA negeri di Batam belum mampu memenuhi kuota penerimaan siswa baru.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kepulauan Riau menunjukkan adanya pergeseran tren pilihan sekolah pada SPMB tahun ini. Semakin banyak calon peserta didik yang memilih SMK karena dinilai lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, mengatakan kondisi tersebut paling terlihat di Kota Batam. Dari sekitar 30 SMA negeri yang membuka penerimaan siswa baru, hanya lima sekolah yang telah memenuhi kuota.

“Yang sudah penuh hanya SMA 1, SMA 3, SMA 5, SMA 8, dan SMA 20. Selebihnya belum memenuhi kuota karena mayoritas calon siswa memilih SMK,” ujar Andi Agung, Minggu (21/6).

Di sisi lain, sejumlah SMK negeri justru mengalami kelebihan pendaftar. Salah satu yang paling mencolok adalah SMKN 1 Batam yang menerima sekitar 2.400 pendaftar, sementara daya tampung yang tersedia hanya 980 siswa.

Menurut Andi, lonjakan serupa juga terjadi di beberapa sekolah kejuruan favorit lainnya, seperti SMKN 5 Batam dan SMKN 7 Batam.

“Bukan hanya SMKN 1. Ada beberapa SMK lain yang juga mengalami lonjakan pendaftar cukup tinggi,” katanya.

Untuk mengatasi ketimpangan antara jumlah peminat dan daya tampung sekolah, Disdik Kepri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menambah dua sekolah baru, yakni SMKN 13 dan SMKN 14.

Selain itu, Disdik juga berencana mengalihfungsikan dua SMA menjadi SMK guna menambah kapasitas pendidikan vokasi di Batam.

“Rencananya SMA 16 dan SMA 18 akan dikonversi menjadi SMK,” jelas Andi.

Ia menilai tingginya minat terhadap SMK tidak terlepas dari semakin banyaknya siswa yang sejak awal berorientasi untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga merencanakan pembangunan SMK penyangga yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Selama proses pembangunan berlangsung, peserta didik yang diterima nantinya akan menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai lokasi sementara.

“Siswa nantinya sementara belajar di sekolah yang ditunjuk. Setelah gedung SMK baru selesai dibangun pada 2027, mereka akan dipindahkan ke sekolah tersebut,” tutupnya.

Peningkatan minat terhadap pendidikan vokasi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan sumber daya manusia yang siap kerja. Namun di sisi lain, pemerintah perlu memastikan ketersediaan sarana dan daya tampung agar seluruh lulusan SMP tetap mendapatkan akses pendidikan yang memadai sesuai minat dan pilihan mereka. (*)

Editor : Jamil Qasim
#SPMB 2026 #SMK Diserbu Pendaftar