batampos – Sebanyak 120 mahasiswa Universitas Batam (UNIBA) mempelajari secara langsung tata kelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ) melalui kuliah lapangan di Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (25/6), di Conference Room IT Centre BP Batam.
Peserta berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen dan Akuntansi serta Fakultas Hukum. Rombongan dipimpin Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIBA Prof. Dr. Ramli, S.E., M.S., bersama dosen pengampu Dr. Agus Siswanto Siagian, S.H., M.H., C.Med.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tata kelola Batam sebagai kawasan FTZ yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Baca Juga: BI Kepri Perkuat Ketahanan Pangan dan Digitalisasi, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen
Menurut Ariastuty, pembangunan Batam tidak hanya bertumpu pada sektor industri dan investasi, tetapi juga ditopang oleh sinergi antara pemerintah, masyarakat, keberagaman budaya, serta kebijakan ekonomi yang saling mendukung.
"Batam bukan hanya kawasan industri dan investasi. Kota ini tumbuh dengan keberagaman masyarakat, pemerintahan, budaya, dan pembangunan ekonomi yang saling mendukung sehingga mampu berkembang sebagai kawasan Free Trade Zone," ujarnya.
Ia menilai mahasiswa perlu memahami proses pembangunan secara menyeluruh, tidak hanya melalui teori di ruang kuliah, tetapi juga lewat pengalaman langsung di lapangan.
Karena itu, Ariastuty mendorong peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan menggali pengalaman mengenai tata kelola pembangunan Batam.
"Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dan menggali pengalaman sebanyak mungkin. Pengetahuan seperti ini akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa," katanya.
Baca Juga: Kejari Batam Terima SPDP Kasus Penganiayaan Bocah di Sagulung, Jaksa Mulai Kawal Penyidikan
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan pembangunan Batam, pengelolaan kawasan investasi, hingga peran BP Batam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Diskusi berlangsung interaktif. Para mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kebijakan pembangunan, investasi, serta tantangan pengelolaan kawasan perdagangan bebas di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Ariastuty didampingi Kepala Biro Keuangan Siswanto, Kepala Biro Organisasi, Kepatuhan dan Manajemen Risiko Yuli Widyastuti, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga Sthefani Barlian, serta Kepala Subbagian Advokasi Tata Usaha Negara.
Melalui kunjungan akademik tersebut, BP Batam berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan kawasan strategis nasional, sekaligus memahami keterkaitan antara kebijakan publik, investasi, dan pembangunan ekonomi dalam mendorong pertumbuhan Kota Batam. (*)
Editor : M Tahang