Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

DLH Batam Batalkan Rencana TPS di Perumahan, Siapkan 140 Bin Kontainer untuk Atasi Sampah

Muhammad Syaban • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan. Foto: M. Sya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan. Foto: M. Sya'ban/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengubah strategi penanganan sampah di kawasan permukiman. Rencana pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap perumahan dibatalkan dan diganti dengan penyediaan sekitar 140 unit bin kontainer yang akan ditempatkan di berbagai titik permukiman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, mengatakan perubahan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas masukan masyarakat yang lebih menginginkan penggunaan bin kontainer dibanding pembangunan TPS permanen.

"Rupanya masyarakat lebih menginginkan bin kontainer, bukan bak TPS seperti yang kami rencanakan sebelumnya," kata Dohar kepada Batam Pos, Jumat (26/6).

Baca Juga: Hotel dan Restoran Penyumbang Terbesar Food Waste, Pemprov Kepri Dorong Food Bank

Menurut dia, saat ini DLH tengah menyiapkan pengadaan sekitar 140 unit bin kontainer yang nantinya akan didistribusikan ke sejumlah kawasan perumahan sebagai tempat penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Program tersebut, lanjut Dohar, ditargetkan segera direalisasikan. Namun, ia belum dapat memastikan jadwal pelaksanaannya karena proses pengadaan masih memasuki tahap negosiasi dengan penyedia.

"Dalam waktu dekat akan kami realisasikan," ujarnya.

Dohar juga belum bersedia mengungkapkan besaran anggaran yang dialokasikan. Menurut dia, nilai kontrak masih dalam proses pembahasan sehingga belum dapat dipublikasikan.

"Anggarannya sudah tersedia. Kami masih bernegosiasi dengan pihak pembuat bin kontainer sehingga total nilainya belum bisa kami sampaikan karena prosesnya belum selesai," katanya.

Baca Juga: BGN Mulai Seleksi Ulang Penerima MBG, Sekolah Elite Dievaluasi

Selain menambah fasilitas penampungan sampah, DLH mengklaim pelayanan pengangkutan sampah di Batam mulai mengalami peningkatan.

Jika sebelumnya pengangkutan di sejumlah kawasan permukiman hanya dilakukan dua kali dalam sepekan, kini frekuensinya ditingkatkan menjadi tiga kali, bahkan di beberapa lokasi mencapai empat kali setiap pekan.

"Kalau sebelumnya hanya dua kali dalam seminggu, sekarang sudah tiga kali, bahkan di beberapa lokasi bisa empat kali dalam sepekan," ujar Dohar.

Meski demikian, ia mengakui pelayanan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama saat curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut kerap menghambat mobilitas armada pengangkut sampah sehingga jadwal pelayanan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Bea Cukai Batam Gagalkan 554 Pelanggaran, Penerimaan Negara Tembus Rp474,86 Miliar

"Kalau hujan terus-menerus memang cukup menyulitkan petugas. Tetapi kalau kondisi cuaca mendukung, kami berupaya pengangkutan tetap berjalan sesuai jadwal," katanya.

Persoalan sampah masih menjadi salah satu keluhan utama warga Batam dalam beberapa bulan terakhir. Penumpukan sampah di sejumlah kawasan permukiman sempat memicu protes masyarakat karena menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kebersihan lingkungan.

Melalui penyediaan bin kontainer serta peningkatan frekuensi pengangkutan, DLH berharap pengelolaan sampah di tingkat permukiman menjadi lebih tertata, sekaligus mampu mengurangi penumpukan sampah di ruang publik. (*)

Editor : M Tahang
#Sampah Batam #Bin Kontainer #TPS di perumahan #DLH Batam