Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ombudsman Kepri Apresiasi Rute Trans Batam ke Bandara Hang Nadim

Abdul Azis Maulana • Rabu, 1 Juli 2026 | 21:24 WIB
Bus Trans Batam melayani penumpang di salah satu koridor menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau mengapresiasi pembukaan rute baru tersebut sekaligus mendorong peningkatan frekuensi layanan, kualitas halte, dan fasilitas yang ramah bagi seluruh pengguna.   F. Cecep Mulyana / Batam Pos
Bus Trans Batam melayani penumpang di salah satu koridor menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau mengapresiasi pembukaan rute baru tersebut sekaligus mendorong peningkatan frekuensi layanan, kualitas halte, dan fasilitas yang ramah bagi seluruh pengguna. F. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau menyambut positif peluncuran rute baru Bus Trans Batam yang melayani perjalanan menuju dan dari Bandara Internasional Hang Nadim. Namun, lembaga pengawas pelayanan publik itu mengingatkan bahwa keberhasilan transportasi massal tidak hanya ditentukan oleh penambahan rute, tetapi juga kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau, Lagat Siadari, menilai hadirnya layanan Trans Batam menuju Bandara Hang Nadim merupakan langkah maju dalam pengembangan transportasi publik di Kota Batam. Dengan tarif yang terjangkau, layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi maupun transportasi daring.

"Ini tentu perkembangan yang positif. Dengan moda transportasi yang lebih murah, masyarakat memiliki pilihan baru untuk menuju bandara," kata Lagat, Rabu (1/7).

 

Halte Harus Mudah Diakses Penumpang

Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Lagat menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya keberadaan halte di kawasan Bandara Hang Nadim.

Baca Juga: 20 Siswa SMK Praktik di Kawasan Industri Bintan, Dibekali 100 JP Las Standar Industri

Menurutnya, halte harus ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau penumpang serta dilengkapi fasilitas yang nyaman agar masyarakat tidak kesulitan saat menunggu bus.

"Jangan sampai halte terlalu jauh dari titik kedatangan atau keberangkatan penumpang. Masyarakat pasti membutuhkan ruang yang nyaman ketika menunggu bus datang," ujarnya.

 

Frekuensi Bus Idealnya Setiap 10–15 Menit

Selain lokasi halte, Ombudsman juga menyoroti durasi waktu tunggu antararmada. Lagat menilai frekuensi keberangkatan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Kalau bus datang satu jam sekali, itu menjadi tidak efektif. Idealnya masyarakat menunggu sekitar 10 sampai 15 menit. Kalau lebih dari itu, minat menggunakan transportasi umum bisa menurun," katanya.

Ia juga mendorong agar pengembangan jaringan Trans Batam lebih memprioritaskan kawasan permukiman padat penduduk dan wilayah yang dihuni masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Menurutnya, kebutuhan terhadap transportasi publik dengan tarif terjangkau justru lebih besar di kawasan pinggiran dibandingkan pusat kota.

Lagat menyebut sejumlah wilayah seperti Batu Aji, Sagulung, Tanjung Piayu, Bengkong, dan Sekupang sebagai kawasan yang layak menjadi prioritas pengembangan koridor Trans Batam.

"Kalau dari kawasan seperti Nagoya, masyarakatnya relatif memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik. Yang lebih membutuhkan transportasi murah dan mudah justru masyarakat dari kawasan yang lebih jauh," ujarnya.

 

Armada Harus Nyaman dan Representatif

Ombudsman juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas armada yang melayani rute menuju Bandara Hang Nadim. Menurut Lagat, kondisi bus akan memengaruhi citra Batam sebagai kota tujuan investasi dan pariwisata.

"Jangan sampai masyarakat atau tamu dari luar daerah datang ke Batam, lalu menggunakan bus yang kondisinya tidak layak atau bahkan mogok di tengah perjalanan. Ini menyangkut citra Batam juga," katanya.

Ia menilai armada yang bersih, nyaman, modern, dan andal akan memberikan kesan positif bagi wisatawan maupun investor yang pertama kali berkunjung ke Batam.

 

Dorong Halte Ramah Disabilitas

Selain kualitas armada, Lagat menekankan pentingnya penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan di setiap halte.

Menurutnya, halte modern seharusnya dilengkapi jalur landai (ramp), area tunggu prioritas, serta akses yang memudahkan seluruh pengguna transportasi publik.

"Jangan sampai halte tidak ramah terhadap penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Harus ada tempat duduk prioritas dan akses yang memudahkan mereka," ujarnya.

Ia bahkan mengusulkan agar halte-halte utama dilengkapi fasilitas pertolongan pertama sederhana untuk mengantisipasi kondisi darurat yang dialami penumpang, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Lagat menilai, seiring pertumbuhan Batam sebagai kota metropolitan dan meningkatnya aktivitas ekonomi, kebutuhan terhadap transportasi publik yang murah, mudah diakses, nyaman, dan berkualitas akan terus meningkat. (*)

"Batam terus berkembang. Kehadiran transportasi publik yang murah, mudah, tetapi tetap nyaman dan berkualitas merupakan sebuah keniscayaan bagi kota metropolitan seperti Batam," pungkasnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#transportasi publik #ombudsman kepri #batam #trans batam #bandara hang nadim