Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemko Batam Siapkan Gedung Budaya, Simak Lokasinya ...

Rengga Yuliandra • Minggu, 5 Juli 2026 | 19:12 WIB
 Penampilan tari persembahan sekapur sirih pada pembukaan Kenduri Seni Melayu di Batam, Kepri, Jumat (3/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Penampilan tari persembahan sekapur sirih pada pembukaan Kenduri Seni Melayu di Batam, Kepri, Jumat (3/7/2026). Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana membangun Gedung Budaya sebagai pusat pelestarian, pengembangan, dan kolaborasi seni budaya di Kota Batam. (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana membangun Gedung Budaya sebagai pusat pelestarian, pengembangan, dan kolaborasi seni budaya di Kota Batam. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi ruang bersama bagi berbagai komunitas budaya dengan menjadikan budaya Melayu sebagai identitas utama atau payung kebudayaan daerah.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan Gedung Budaya merupakan salah satu komitmen pemerintah pada masa kepemimpinannya untuk memperkuat identitas Batam sebagai kota yang majemuk, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya Melayu.

Pernyataan itu disampaikan Amsakar saat membuka Kenduri Seni Melayu 2026, Jumat (3/7).

"Insyaallah di era kepemimpinan kami akan lahir Gedung Budaya untuk menegaskan kembali bahwa keberagaman yang ada di Batam berada di bawah payung budaya Melayu. Kalau semua ini bisa diorkestrasi dengan baik, insyaallah akan melahirkan efek diplomasi budaya yang sangat baik dengan negara-negara sahabat," ujarnya.

Baca Juga:  Pertamina Setujui Pemindahan SPBUN ke Pulau Tiga, Akses Solar Subsidi Nelayan Natuna Akan Lebih Mudah

Menurut Amsakar, Gedung Budaya tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi pusat aktivitas budaya yang mempertemukan komunitas seni, paguyuban, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat dalam satu ruang kolaboratif.

Dorong Wisata Budaya dan Diplomasi Internasional

Amsakar meyakini penguatan sektor kebudayaan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri pariwisata Batam.

Dengan tersedianya fasilitas yang representatif, berbagai festival budaya, pertunjukan seni, hingga agenda berskala internasional dapat diselenggarakan secara lebih optimal sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

"Pada sisi yang lain, keberadaan Gedung Budaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam," katanya.

Ia berharap kehadiran Gedung Budaya mampu memperkuat ekosistem seni dan budaya sekaligus menempatkan Batam sebagai gerbang Indonesia yang kaya akan warisan budaya Melayu di kawasan regional.

Selain menjadi ikon baru kota, gedung tersebut juga diharapkan berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya yang mempererat hubungan dengan negara-negara serumpun dan meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata budaya bertaraf internasional.

Gedung Beringin Disiapkan Menjadi Taman Budaya

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan tindak lanjut dari program prioritas Wali Kota Batam dalam menyediakan ruang berekspresi bagi seluruh paguyuban, komunitas seni, dan pelaku budaya.

Baca Juga: Hasil Paraguay vs Prancis: Gol Penalti Mbappe Bawa Les Bleus Tantang Maroko

Saat ini, Disbudpar Batam tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal sebelum pembangunan dimulai.

"Ini merupakan salah satu program yang sangat menyentuh aspek kebudayaan. Saat ini kami sedang menyusun DED untuk Taman Budaya yang nantinya berlokasi di Gedung Beringin. Kami berharap fasilitas ini menjadi rumah besar bagi seluruh paguyuban dan pelaku seni budaya di Kota Batam," ujar Ardiwinata.

Menurutnya, Gedung Beringin akan dikembangkan menjadi Taman Budaya yang berfungsi sebagai pusat aktivitas seni dan budaya masyarakat Batam.

Sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan daerah, Batam membutuhkan ruang budaya yang mampu mengakomodasi beragam ekspresi seni dan tradisi dalam satu tempat yang representatif.

Selama ini, berbagai paguyuban dan komunitas budaya aktif menyelenggarakan kegiatan secara mandiri. Namun, belum tersedia pusat kebudayaan yang dapat dimanfaatkan secara bersama dan berkelanjutan.

"Nanti seluruh paguyuban memiliki tempat untuk menampilkan karya, menggelar pertunjukan, pameran, maupun kegiatan pelestarian budaya. Kami ingin Gedung Beringin menjadi pusat aktivitas budaya yang hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Batam," katanya. (*)

Pembangunan Gedung Budaya diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya Melayu, memperkuat harmoni masyarakat multikultural, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batam.

Editor : Putut Ariyo
#Gedung Budaya Batam #amsakar achmad #wisata batam #budaya melayu #pemko batam