batampos – Pendidikan vokasi di Indonesia kembali bertambah dengan hadirnya Politeknik Inovasi Nusantara (POLTEVARA). Kampus yang berlokasi di kawasan Monde City, Pasir Putih Ocarina, Batam, itu resmi mengantongi izin operasional setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
SK pendirian bernomor 632/B/O/2026 tertanggal 18 Juni 2026 diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes, kepada Ketua Yayasan Puri Global Sukses (PGS), Eko Saputro Wijaya, selaku badan penyelenggara kampus.
Dalam sambutannya, Nopriadi menyebut kehadiran POLTEVARA menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia industri, khususnya sektor konstruksi yang terus berkembang.
Baca Juga: 116 Smart Board Perkuat Pendidikan Digital di Natuna
Menurutnya, model pendidikan vokasi semakin diminati karena mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi praktis dan siap memasuki dunia kerja.
"Kami mendukung penuh kehadiran POLTEVARA. Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja profesional yang dibutuhkan industri saat ini," ujarnya.
Ketua Yayasan Puri Global Sukses, Eko Saputro Wijaya, mengatakan pendirian POLTEVARA merupakan bentuk komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi berbasis keterampilan.
Ia berharap kehadiran kampus tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja.
"Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pengembangan pendidikan vokasi," katanya.
Baca Juga: Meta Hapus Fitur AI Baru yang Gunakan Foto Akun Instagram Publik
Sementara itu, Direktur POLTEVARA, Fandy Iood, menegaskan perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat inovasi yang menghasilkan lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi.
"Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi yang mampu melahirkan lulusan kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja," ujarnya.
Prosesi penyerahan SK ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, yang diikuti jajaran pimpinan, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan POLTEVARA. (*)
Editor : M Tahang