Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemko Batam Bangun Taman Budaya Rp50 Miliar, Target Jadi Ikon Wisata dan Pusat Ekraf

Rengga Yuliandra • Rabu, 15 Juli 2026 | 21:01 WIB

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. F. M. Sya
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. F. M. Sya'ban/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan pembangunan Taman Budaya sebagai pusat seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Proyek senilai sekitar Rp50 miliar itu akan dikerjakan dengan skema tahun jamak (multi-years) selama tiga tahun dan mulai berjalan pada 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pembangunan Taman Budaya merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset sekaligus menghadirkan destinasi wisata budaya baru di Batam.

"Anggarannya sekitar Rp50 miliar dan pembangunannya menggunakan skema multi-years selama tiga tahun. Tahun ini dimulai dengan proses perencanaan," kata Ardiwinata, Rabu (15/7).

Menurutnya, proyek tersebut telah mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Batam bersama DPRD Kota Batam.

Saat ini, proyek memasuki tahap penyusunan perencanaan teknis. Proses lelang konsultan perencana telah rampung dan pemenangnya sudah ditetapkan. Selanjutnya, konsultan akan menyusun Detailed Engineering Design (DED) sebagai acuan pembangunan fisik.

Adapun pelaksanaan pembangunan fisik nantinya akan dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam.

Ardiwinata menjelaskan, Taman Budaya akan dibangun di kawasan Gedung Beringin, yang merupakan aset milik Pemerintah Kota Batam di bawah pengelolaan Disbudpar. Ia menegaskan kawasan tersebut bukan terbengkalai, melainkan memang dipersiapkan untuk pengembangan kawasan budaya.

"Lahan yang sekarang terlihat rimbun itu memang sedang kami siapkan. Ke depan kawasan ini akan menjadi amenitas kebudayaan dan pariwisata. Nama resminya nanti akan diumumkan langsung oleh Wali Kota Batam," ujarnya.

Menurut Ardiwinata, pembangunan Taman Budaya merupakan bagian dari program prioritas Pemko Batam untuk menyediakan ruang berkegiatan bagi paguyuban, komunitas seni, dan pelaku budaya.

Tak hanya menjadi lokasi pertunjukan seni, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai pusat aktivitas seniman, budayawan, serta pelaku ekonomi kreatif dari 17 subsektor. Pengembangannya akan diintegrasikan dengan Creative Hub sehingga menjadi pusat baru industri kreatif di Batam.

Dari sisi pariwisata, keberadaan Taman Budaya diharapkan dapat menambah pilihan atraksi wisata di Batam. Disbudpar bahkan menargetkan kawasan tersebut masuk dalam paket perjalanan agen wisata yang membawa wisatawan ke Batam.

"Di sana nantinya akan ada pertunjukan seni yang digelar secara rutin. Harapannya wisatawan tidak hanya datang untuk berbelanja atau kuliner, tetapi juga menikmati kekayaan seni dan budaya Batam," kata Ardiwinata.

Ia optimistis Taman Budaya akan menjadi ikon baru Kota Batam sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan wisata belanja dan bahari, tetapi juga memiliki daya tarik budaya yang berkelanjutan. (*)

Editor : Jamil Qasim
Gedung Budaya Batam pemko batam