Batampos -PT Perusahaan Gas Negara (PGN) area Batam masih menunggu informasi resmi dari pusat terkait rencana pemanfaatan gas bumi dari Lapangan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik di Batam.
Sales Head Area PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Wendi Purwanto, mengatakan pihaknya baru mengetahui informasi tersebut dari media dan belum menerima pemberitahuan resmi dari PGN Pusat. “Baru tahu infonya. Kami belum dapat informasi resmi dari PGN Pusat,”kata Wendi saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026) kemarin.
Karena itu, Wendi mengaku belum bisa memberi tanggapan lebih jelas. Karena belum dapat informasi. “Belum bisa menanggapi,”tegasnya.
Diketahui, Pertamina EP Jambi mengumumkan keberhasilan melakukan monetisasi atau komersialisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti di Kabupaten Muaro Jambi. Lapangan tersebut memiliki cadangan gas sebesar 14,76 billion standard cubic feet (BSCF).
General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Mefredi, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa proyek tersebut menjadi penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade. Menurutnya, pencapaian itu juga menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi stranded gasatau gas terisolasi yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal akibat keterbatasan akses pasar dan infrastruktur.
Dalam keterangannya, Pertamina juga menyebut gas dari Lapangan Sengeti akan dimanfaatkan oleh PGN untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik di sejumlah wilayah, termasuk Batam.
Pemanfaatan gas tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai skema distribusi, volume pasokan, maupun jadwal penyaluran gas ke Batam. PGN Area Batam memilih menunggu arahan dan informasi resmi dari kantor pusat sebelum memberikan keterangan lebih rinci. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak