Suasana Manajemen PT Rubycon Indonesia bersama pihak terkait menanam 2.000 bibit mangrove di Tanjungpiayu, Sabtu (18/7/2026). F. Eusebius Sara/Batam Pos
Batampos - Manajemen perusahaan PT Rubycon Indonesia bersama para pimpinan perusahaan dari Jepang menggandeng komunitas lingkungan, dan perwakilan pemerintahan Kota Batam menanam bibit mangrove sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam menjaga kelestarian pesisir Batam di Shelter Mangrove, Tanjungpiayu, Sei Beduk, Sabtu (18/7/2026) pagi.
Meski harus berjalan dan menembus lumpur, para peserta tampak antusias karena momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena seluruh peserta harus berjibaku dengan medan rawa demi menanam bibit mangrove yang diharapkan menjadi benteng alami kawasan pesisir di masa mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, PT Rubycon Indonesia menyiapkan sebanyak 2.000 bibit mangrove. Sebanyak 1.500 bibit telah lebih dahulu ditanam, sedangkan 500 bibit lainnya ditanam secara simbolis bersama seluruh peserta di Kawasan Hutan Lindung Buana Raja, Kelurahan Tanjung Piayu.
Presiden Direktur PT Rubycon Indonesia, Hiroaki Akahane, melalui General Manager PT Rubycon Indonesia, Ridarma Budi Sinaga mengatakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab manajemen untuk ikut menjaga lingkungan, terutama kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan ekosistem.
"Selama 32 tahun beroperasi di Batam, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar perusahaan. Hari ini kami menanam mangrove melalui program CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Apa yang ditanam hari ini mungkin masih kecil, tetapi beberapa tahun ke depan akan menjadi pohon besar yang bermanfaat bagi anak cucu kita," ujar Ridarma.
Ia juga berharap kegiatan ini semakin memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang, tidak hanya dalam sektor industri, tetapi juga dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, mengingat kolaborasi lintas negara sangat penting untuk menghadirkan masa depan yang lebih hijau.
President Director PT Rubycon Indonesia Hiroaki Akahane menyerahkan secara simbolis 2.000 bibit mangrove ke pengelola Shelter Rumpun bakau indah di Tanjungpiayu, Sabtu (18/7/2026). F Eusebius Sara/Batam Pos
Sekretaris Kelurahan Sei Beduk, Irwan, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan kawasan Tanjung Piayu di masa lalu dikenal memiliki hutan mangrove yang cukup luas sehingga upaya rehabilitasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan.
"Program seperti ini sangat baik bagi lingkungan. Dulu kawasan Piayu memiliki banyak mangrove. Karena itu, pelestarian harus terus dilakukan dan semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut di masa mendatang," katanya.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam, Lamhot M. Sinaga, menilai penanaman mangrove merupakan langkah kecil yang akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
"Masalah lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga berlanjut hingga tahap perawatan dan mampu menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut berkontribusi menjaga hutan mangrove di Batam," ujarnya.
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan simbolis bibit mangrove dari Presiden Direktur PT Rubycon Indonesia kepada perwakilan Rumpun Bakau Indah (RBI), penyerahan piagam penghargaan kepada PT Rubycon Indonesia, pembekalan teknik penanaman mangrove, aksi bersih-bersih lokasi, serta makan siang bersama. (*)