batampos – Balairung Sari BP Batam dipenuhi nuansa budaya saat puluhan perempuan tampil anggun mengenakan kebaya dalam peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, Rabu (22/7). Kegiatan yang digelar Persatuan Istri Karyawan BP Batam (PIKORI BP Batam) itu menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak harus mengikis identitas budaya bangsa.
Menjelang peringatan Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli, seluruh pegawai perempuan di lingkungan BP Batam turut mengenakan kebaya sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu warisan budaya Indonesia.
Berbagai kegiatan budaya turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan Tari Lenggang Kebaya, lomba fashion show kebaya, hingga lomba fotografi berkebaya yang diikuti perwakilan setiap satuan kerja di lingkungan BP Batam.
Baca Juga: Bea Cukai Baru Sita 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjungpinang
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol identitas, keanggunan, dan karakter perempuan Indonesia.
"Kebaya bukan sekadar busana tradisional semata, melainkan simbol identitas, keanggunan, dan kekuatan perempuan Indonesia yang di dalamnya tersimpan nilai budaya, semangat, dan dedikasi dalam membangun bangsa," kata Li Claudia.
Ia mengajak seluruh perempuan, khususnya di lingkungan BP Batam, untuk terus melestarikan kebaya sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.
"Selamat memperingati Hari Kebaya Nasional. Semoga semangat berkebaya terus menguatkan rasa bangga kita terhadap budaya bangsa sekaligus mendorong perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negeri," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar, mengatakan peringatan Hari Kebaya Nasional tidak hanya dimaknai sebagai seremoni mengenakan pakaian tradisional, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan keluarga besar BP Batam.
Baca Juga: Tak Hanya Meningitis, Vaksin Covid-19 Masih Jadi Syarat Haji dan Umrah
Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun agar semangat melestarikan budaya terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda.
"Semoga kebaya terus menjadi simbol kebanggaan budaya sekaligus penyemangat bagi perempuan untuk terus berkarya, memimpin, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Mari bersama melestarikan warisan bangsa," kata Erlita.
Acara tersebut turut dihadiri para anggota dan deputi BP Batam selaku penasihat PIKORI, Pembina PIKORI BP Batam Sri Soedarsono, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam Hasimah Nyat Kadir, serta perwakilan organisasi perempuan se-Kota Batam.
Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional, BP Batam berharap kebaya tidak hanya dikenakan dalam acara seremonial, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas budaya yang hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*)
Editor : Jamil Qasim