
batampos - Perusahaan data center yang masuk ke Batam bakal diwajibkan membangun fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan air secara mandiri.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan air industri data center tidak mengganggu pasokan air masyarakat yang selama ini bergantung pada waduk sebagai sumber air baku.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait membenarkan rencana tersebut. Menurut dia, seluruh perusahaan data center yang masuk ke Batam akan diarahkan memenuhi kebutuhan air operasional secara mandiri melalui fasilitas SWRO.
“Betul (semua data center diwajibkan bangun SWRO),” kata Ariastuty kepada Batam Pos, Rabu (16/9) sore.
Menurut Ariastuty, kebutuhan air untuk operasional data center tergolong besar. Karena itu, penyediaan sumber air secara mandiri diperlukan agar pertumbuhan industri tersebut tidak mengambil porsi pasokan air yang digunakan masyarakat.
Aturan SWRO Masih Berproses
Meski memastikan kewajiban tersebut akan diterapkan, Ariastuty belum membeberkan aturan, skema, maupun tahapan pembangunan SWRO bagi perusahaan data center.
Ia mengatakan kebijakan tersebut masih dalam proses dan belum dapat disampaikan secara resmi.
“Belum bisa dibuka secara resmi, karena masih berproses. Nanti kami infokan kalau sudah final ya,” ujarnya.
Artinya, ketentuan teknis seperti kapasitas SWRO, mekanisme pembangunan, hingga pengelolaan air hasil pengolahan belum diumumkan BP Batam.
DayOne Juga Siapkan SWRO
Salah satu perusahaan data center yang disebut membawa investasi sekitar Rp180 miliar ke Batam, DayOne, juga akan membangun fasilitas SWRO untuk mendukung kebutuhan operasional data center.



