Korwil SPPG Batam Pastikan MBG untuk Siswa Baru Sudah Disalurkan Sejak Hari Pertama

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:31 WIB
Mobil angkut  milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam. F Dokumen Batam Pos
Mobil angkut milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam. F Dokumen Batam Pos

batampos – Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Frenaldi, memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa baru telah berjalan, termasuk di SMAN 20 Batam.

Penegasan tersebut disampaikan Defri menanggapi keluhan salah seorang orang tua siswa kelas X SMAN 20 Batam yang mengaku anaknya belum menerima MBG sejak mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Anak kami siswa baru kelas X SMAN 20 Batam sampai sekarang belum menerima MBG. Apakah karena siswa baru, kami juga tidak tahu," ujar salah seorang orang tua siswa.

Baca Juga: Habib Syeikh Gema Sholawat di Batam, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Diprediksi Dipadati Jemaah

Menanggapi hal itu, Defri menegaskan penyaluran MBG ke SMAN 20 Batam telah dilakukan sejak hari pertama program berjalan.

"Sudah dapat, kita sudah salurkan," kata Defri saat dikonfirmasi, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, SMAN 20 Batam berada dalam wilayah layanan SPPG Batam Kota Belian 4 yang berlokasi di Kampung Tua Belian.

"SMAN 20 dilayani oleh SPPG Batam Kota Belian 4 yang berada di Kampung Tua Belian," ujarnya.

Menurut Defri, distribusi MBG telah dilakukan sejak 20 Juli 2026 untuk seluruh jenjang kelas di sekolah tersebut.

Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp17.922, Industri Batam Hadapi Peluang dan Tantangan

"Dari SPPG sudah memberikan sejak awal tanggal 20 untuk semua kelas. Memang minggu kemarin saat masa MPLS pihak sekolah menyampaikan bahwa anak-anak membawa bekal, sehingga MBG yang disediakan tidak dikonsumsi," jelasnya.

Karena itu, ia menduga persoalan yang disampaikan orang tua bukan disebabkan belum adanya distribusi makanan dari SPPG, melainkan perlu dipastikan kembali di tingkat sekolah.

"Jadi dari SPPG sudah distribusi. Mungkin perlu ditanyakan lagi apakah memang siswa membawa bekal sehingga tidak mengambil MBG, atau belum mengetahui bahwa makanan sudah tersedia sehingga tetap membawa bekal dari rumah," katanya.

Defri juga menjelaskan, apabila masih terdapat siswa yang belum terdata sebagai penerima MBG, kemungkinan disebabkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum masuk ke dalam sistem.

"Sekarang wajib ada NIK yang dimasukkan ke sistem," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan NIK merupakan bagian dari mekanisme pendataan untuk memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis tepat sasaran.

"Betul, sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara, sehingga penerima program harus benar-benar tepat sasaran," tegasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Korwil SPPG Batam Mbg