batampos – Kemacetan kronis di ruas Jalan Marina City, khususnya dari Simpang Basecamp hingga depan D'Merlion Hotel, semakin dikeluhkan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kota Batam segera merealisasikan pelebaran jalan sekaligus menertibkan lapak-lapak liar yang menggunakan ruang milik jalan (ROW).
Kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk. Pada pagi hari, arus lalu lintas dipadati kendaraan para pekerja dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah. Memasuki siang, kepadatan kembali terjadi saat penjemputan siswa, sedangkan sore hingga malam hari lalu lintas semakin padat akibat aktivitas pasar kaget dan pedagang kaki lima di sepanjang tepi jalan.
Baca Juga: Habib Syeikh Gema Sholawat di Batam, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Diprediksi Dipadati Jemaah
Warga menilai kondisi ruas jalan yang hanya memiliki satu lajur di masing-masing arah sudah tidak lagi mampu menampung pertumbuhan jumlah kendaraan. Apalagi kawasan Marina City terus berkembang sebagai kawasan permukiman dan pusat perdagangan, serta memiliki sejumlah sekolah yang setiap hari meningkatkan mobilitas masyarakat.
Selain itu, keberadaan kios dan lapak liar yang memanfaatkan bahu jalan maupun ruang milik jalan dinilai memperparah kemacetan. Aktivitas jual beli di pinggir jalan membuat kendaraan kerap berhenti sembarangan sehingga mempersempit ruang lalu lintas.
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp17.922, Industri Batam Hadapi Peluang dan Tantangan
Salah seorang warga Marina View, Alwi, mengatakan pelebaran jalan sudah menjadi kebutuhan mendesak.
"Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan agar kemacetan tidak semakin parah," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Randi. Menurutnya, penertiban lapak liar harus dilakukan bersamaan dengan pelebaran jalan.
"Kalau lapak-lapak yang memakai bahu jalan tidak ditata, jalan tetap sempit. Masyarakat yang dirugikan karena harus terjebak macet setiap hari," katanya.
Warga juga menyoroti insiden beberapa waktu lalu ketika sebuah ambulans yang membawa pasien terjebak kemacetan sehingga sulit melintas. Peristiwa tersebut dinilai menjadi bukti bahwa persoalan lalu lintas di Marina City membutuhkan penanganan serius.
Satpol PP: Perlu Pelebaran Jalan
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, menilai pelebaran jalan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan Marina City.
"Kita perlu pelebaran jalan," ujarnya.
Imam juga mengakui masih adanya lapak liar yang dikelola oleh pihak-pihak tertentu di kawasan buffer zone.
"Ada raja-raja kecil yang memanfaatkan buffer zone itu," ungkapnya.
Ia memastikan akan memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut dan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
Pemko Akan Kaji Pelebaran Jalan
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan penertiban lapak liar merupakan kewenangan Satpol PP dan harus segera dilakukan apabila ditemukan pelanggaran di badan jalan.
Terkait usulan pelebaran jalan, ia menyebut Pemerintah Kota Batam akan melakukan kajian lebih lanjut melalui perangkat daerah terkait.
"Pelebaran jalan akan menjadi bahan kajian Dinas Bina Marga," kata Firmansyah.
Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar kemacetan di kawasan Marina City tidak semakin parah seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan tersebut. (*)
Editor : Jamil Qasim