Batampos – PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) bertransformasi. Dari hanya menghubungkan sambungan telepon analog di kawasan Industri Batamindo, kini menjelma menjadi salah satu penopang infrastruktur digital Batam.
Memasuki usia ke-30, perusahaan ini menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai magnet investasi nasional dan internasional. Hal ini diungkapkan dalam memperingati "30 Tahun Menghubungkan Batam: Sinergi Infrastruktur dan Transformasi Digital", yang dihadiri pelanggan, mitra strategis, hingga media lokal, ekonomi, dan teknologi, Senin (27/7/2026).
Tiga dekade beroperasi, BBT berkembang pesat dari penyedia layanan telepon analog menjadi perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optik. Saat ini, jaringan BBT telah menjangkau lebih dari 80 ribu home pass dan melayani sekitar 8 ribu rumah di Batam dan Bintan.
Baca Juga: Disnaker Kepri Peringatkan Perusahaan Bayar Upah di Bawah UMK, Terancam Sanksi Pidana
Di sektor bisnis, perusahaan juga dipercaya lebih dari 100 pelanggan korporasi dari berbagai sektor manufaktur dan industri.
Ekspansi BBT tidak berhenti di Kepulauan Riau. Sejak 2017, perusahaan memperluas layanannya ke berbagai kota besar di Indonesia melalui merek Ofon, yang kini hadir di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, dan sejumlah kota lainnya.
Salah satu pencapaian yang menjadi tonggak penting adalah keberhasilan menghadirkan jaringan Private 5G pertama di Asia Tenggara pada 2023 di kawasan Industri Batamindo. Bersama operator seluler, BBT menyediakan infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik yang mendukung implementasi teknologi 5G untuk kebutuhan smart manufacturing.
Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas posisi Batam sebagai kawasan industri yang siap memasuki era industri berbasis digital.
Baca Juga: Kemacetan Kronis di Marina City, Warga Desak Jalan Dilebarkan dan Lapak Liar Ditertibkan
President Director BBT, Pratama Habibie, mengatakan perjalanan tiga dekade tidak hanya menjadi catatan sejarah perusahaan, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat kolaborasi menghadapi masa depan.
"Perayaan 30 tahun ini bukan sekadar mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi bersama pelanggan, mitra, dan seluruh stakeholder yang telah tumbuh bersama BBT dalam membangun ekosistem digital di Batam," ujarnya.
Chief Marketing Officer BBT, Hery Kurniawan, menambahkan pihaknya ingin membawa para mitra lebih dekat dengan infrastruktur telekomunikasi yang selama ini menjadi tulang punggung operasional industri.
Menurutnya, pemahaman terhadap pentingnya infrastruktur digital akan memperkuat kolaborasi dalam mendorong transformasi teknologi di berbagai sektor.
"Kolaborasi yang dibangun melalui pemahaman bersama akan menjadi fondasi penting bagi transformasi digital ke depan," katanya.
Baca Juga: BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar, Terbanyak di Wilayah Indonesia Timur
Senada dengan Herry, General Manager BBT Kepulauan Riau, Hengki Firman, menilai sinergi yang terbangun akan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing Batam di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
"Semangat kolaborasi yang terbangun melalui acara ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya inovasi dan memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi digital," ujarnya.
Infrastruktur Digital Jadi Kunci Daya Tarik Investasi
Di tengah persaingan kawasan industri di Asia Tenggara, Batam dinilai memiliki keunggulan strategis karena berada di kawasan Segitiga Pertumbuhan SIJORI (Singapura–Johor–Riau). Posisi geografis tersebut membuat kebutuhan akan infrastruktur telekomunikasi yang cepat, stabil, dan andal menjadi semakin penting.
BBT melihat infrastruktur digital kini bukan lagi sekadar layanan pendukung, melainkan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor asing dan perusahaan multinasional sebelum menanamkan modalnya.
Dengan jaringan fiber optik yang terus diperluas, kesiapan teknologi 5G, serta pengalaman melayani lebih dari 100 perusahaan, BBT optimistis dapat terus menjadi mitra strategis dalam mempercepat transformasi digital industri sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi dan ekonomi digital Indonesia. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak