‎Batam Lirik Pendidikan Vokasi Korea Selatan demi Penuhi Kebutuhan Industri ‎

Muhammad Syahban • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:02 WIB
 Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyalami President Jeonju Vision College, Woo Byung-hun, saat pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7) F. Humas Pemko untuk Batam Pos
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyalami President Jeonju Vision College, Woo Byung-hun, saat pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7) F. Humas Pemko untuk Batam Pos

batampos-  Pemerintah Kota (Pemko)  Batam menjajaki kerja sama pendidikan vokasi dengan Jeonju Vision College, Korea Selatan, di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil seiring pertumbuhan investasi dan ekspansi kawasan industri di kota tersebut.

‎Peluang kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dengan perwakilan Jeonju Vision College dan Traverse Edu di Kantor Wali Kota Batam, Senin, 27 Juli 2026. Salah satu agenda yang ditawarkan adalah program pendidikan vokasi bagi mahasiswa asal Batam melalui skema beasiswa, kesempatan bekerja paruh waktu selama kuliah di Korea Selatan, serta dukungan penempatan kerja setelah lulus.

‎Dalam pertemuan itu, delegasi Jeonju Vision College memaparkan profil kampus vokasi yang berlokasi di Kota Jeonju. Perguruan tinggi tersebut memiliki sekitar 3.000 mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional, dengan kurikulum yang dirancang mengikuti kebutuhan industri.

‎Amsakar menilai kerja sama pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah yang diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan sektor industri di Batam.

‎"Pertumbuhan industri di Batam menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha. Karena itu kami menyambut baik setiap peluang kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas SDM," kata Amsakar.

‎Menurut dia, posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ), yang berbatasan langsung dengan Singapura, membuat arus investasi terus bertumbuh. Selain itu, Batam kini memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic, Tanjung Sauh, dan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.

‎Di sektor industri, Batam juga memiliki 31 kawasan industri serta sekitar 135 galangan kapal yang menjadi penopang industri manufaktur dan maritim. Kondisi tersebut, kata Amsakar, meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis.

‎Ia menyebut sejumlah sektor yang diperkirakan membutuhkan tenaga kerja terampil dalam beberapa tahun mendatang antara lain industri perkapalan, teknologi informasi, pusat data (data center), maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat, serta energi baru dan terbarukan.

‎"Potensi industri Batam cukup besar. Tantangannya adalah menyiapkan SDM yang siap memasuki dunia kerja dan mampu bersaing secara global," ujarnya.

‎Presiden Jeonju Vision College Woo Byung-hun mengatakan kampusnya telah memiliki pengalaman menerima mahasiswa asal Indonesia. Program vokasi yang dikembangkan berfokus pada bidang-bidang yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri, seperti perkapalan, teknik mesin, otomotif, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk energi angin dan tenaga surya.

‎Menurut Woo, Batam dinilai memiliki prospek yang kuat sebagai kawasan industri maritim sehingga menjadi salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan kerja sama pendidikan.

‎Sebagai tahap awal, Jeonju Vision College menawarkan kesempatan bagi sekitar 20 hingga 30 peserta asal Batam untuk mengikuti program pendidikan melalui skema beasiswa. Peserta akan memperoleh pelatihan bahasa Korea, kesempatan bekerja paruh waktu selama masa studi, serta pembekalan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

‎"Kami berharap program ini tidak hanya memberikan kesempatan belajar bagi generasi muda Batam, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri melalui pendidikan vokasi," kata Woo.

‎Pertemuan tersebut masih bersifat penjajakan. Belum ada nota kesepahaman maupun kesepakatan teknis yang ditandatangani kedua pihak. Namun, kedua belah pihak menyatakan minat untuk melanjutkan pembahasan kerja sama yang berorientasi pada pengembangan tenagahindari pengulangan pujian, serta menegaskan bahwa kerja sama masih pada tahap penjajakan sehingga lebih sesuai dengan gaya pember kerja vokasi sesuai kebutuhan industri.

Editor : Jamil Qasim
Pendidikan Vokasi Korea Selatan Kebutuhan Industri ‎