Pasien Dugaan Kusta Ditemukan Memprihatinkan di Botania 1, RSBP Batam: Kondisinya Membaik

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:15 WIB
Direktur RSBP Batam, Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, bersama tim medis RSBP Batam melihat kondisi pasien yang diduga menderita kusta saat  di kawasan Cikitsu, Batam Center. Foto: Istimewa
Direktur RSBP Batam, Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, bersama tim medis RSBP Batam melihat kondisi pasien yang diduga menderita kusta saat di kawasan Botania 1, Batam Center. Foto: Istimewa

batampos – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pertolongan kembali menunjukkan arti pentingnya kolaborasi lintas instansi. Seorang warga yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Botania 1, Batam Centre, kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan kondisinya berangsur membaik.

Pasien tersebut ditemukan saat Kepala BP Batam melakukan peninjauan lapangan. Saat ditemukan, pasien dalam kondisi lemah, tubuh dipenuhi luka, serta tidak didampingi keluarga maupun kerabat.

Melihat kondisi tersebut, BP Batam berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk mengevakuasi pasien ke RSBP Batam agar segera mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: PN Batam Siap Gelar Sidang Perdana Empat Eks Anggota Polda Kepri

Direktur RSBP Batam, Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, mengatakan pasien langsung mendapat pemeriksaan menyeluruh setelah tiba di rumah sakit.

"Begitu tiba di rumah sakit, tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan secara menyeluruh. Pasien datang dengan kondisi cukup memprihatinkan sehingga membutuhkan perawatan intensif," ujar Tanto, Selasa (28/7).

Berdasarkan pemeriksaan awal, pasien mengalami penyakit kulit kronis yang mengarah pada dugaan kusta atau lepra. Kondisi tersebut disertai komplikasi berupa luka terbuka atau ulkus di sejumlah bagian tubuh.

Namun, Tanto menjelaskan diagnosis pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BTA kulit.

Selama menjalani perawatan, pasien mendapatkan terapi medis, pengobatan, serta perawatan luka secara rutin sebanyak tiga kali sehari oleh tenaga kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan sekaligus mencegah terjadinya infeksi.

Baca Juga: Nama Nyat Kadir Diabadikan Jadi Nama Taman Budaya Kota Batam

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, kondisi pasien menunjukkan perkembangan positif. Jika sebelumnya datang dalam kondisi lemah dan membutuhkan penanganan intensif, kini pasien sudah sadar penuh, stabil, dan menunjukkan perbaikan kesehatan.

"Alhamdulillah kondisi pasien terus membaik. Jika tetap stabil, setelah terapi antibiotik selesai pasien direncanakan dapat melanjutkan pengobatan secara rawat jalan dengan tetap menjalani kontrol rutin," kata Tanto.

Menurut Tanto, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Ia menegaskan setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa melihat kondisi sosial maupun ekonomi.

Ia juga mengajak masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita kusta. Menurutnya, kusta bukan penyakit yang harus dijauhi karena dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat.

"Jangan mengucilkan penderita kusta. Mereka membutuhkan dukungan agar bisa menjalani pengobatan hingga tuntas. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang sembuh dan risiko kecacatan bisa dicegah," ujarnya.

Baca Juga: Sindikat Buzzer Hoaks di Medsos Raup Ratusan Juta, Polisi Kejar Pemesan Utama

Tanto mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti bercak kulit mati rasa, luka yang sulit sembuh, atau gangguan pada tangan dan kaki agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ia memastikan RSBP Batam akan terus memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan berkualitas kepada seluruh pasien. Untuk menjaga hak serta privasi pasien, pihak rumah sakit tidak membuka identitas maupun informasi pribadi yang bersangkutan.

"Kisah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan pertolongan. Tidak boleh ada seorang pun yang tertinggal dari akses pelayanan kesehatan," tutup Tanto. (*)

Editor : M Tahang
Pasien Dugaan Kusta Cikitsu RSBP Batam