Pemko Batam dan BP Batam Percepat Pembangunan Jalan Lingkar

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:24 WIB

Pemko Batam dan BP Batam mempercepat pembangunan tiga Jalan Lingkar untuk mengurangi kemacetan dan membuka pusat ekonomi baru. Foto adalah ilustrasi  F. Unsplash
Pemko Batam dan BP Batam mempercepat pembangunan tiga Jalan Lingkar untuk mengurangi kemacetan dan membuka pusat ekonomi baru. Foto adalah ilustrasi F. Unsplash

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat pembangunan Jalan Lingkar Batam sebagai proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan, sekaligus membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Proyek ini menjadi salah satu program prioritas sektor infrastruktur dalam pemerintahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap melalui skema tahun jamak (multiyears) mulai 2026.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pembangunan jalan lingkar dirancang tidak hanya sebagai solusi kemacetan, tetapi juga untuk mendorong pemerataan pembangunan di berbagai kawasan Batam.

Baca Juga:  Polda Kepri Tunggu Izin Periksa Saksi Korban di Filipina

"Tujuannya untuk mengurai kemacetan di Kota Batam. Masing-masing jalan lingkar memiliki fungsi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas," kata Metra kepada Batam Pos, Selasa (28/7).

Menurutnya, integrasi Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Tengah, dan Jalan Lingkar Utara akan menciptakan jaringan transportasi yang lebih efisien serta menghadirkan jalur alternatif di luar ruas utama yang selama ini mengalami kepadatan kendaraan.

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, proyek tersebut juga diharapkan mempercepat distribusi barang, mendukung aktivitas industri, dan membuka kawasan yang selama ini belum berkembang secara optimal.

Jalan Lingkar Selatan Jadi Tahap Awal

Tahap pertama pembangunan difokuskan pada Jalan Lingkar Selatan sepanjang sekitar 10,07 kilometer. Koridor ini akan menghubungkan kawasan Muka Kuning, Piayu, hingga Punggur melalui Waduk Duriangkang.

Pemko Batam akan membangun ruas Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan–Waduk Duriangkang sepanjang 4,76 kilometer dan ruas Waduk Duriangkang–Simpang Bumi Perkemahan/Simpang Jasinta sepanjang 4,03 kilometer.

Sementara itu, BP Batam menangani pembangunan ruas Jalan Waduk Duriangkang sisi laut sepanjang 1,22 kilometer serta pembangunan Jembatan Waduk Duriangkang sepanjang 50 meter.

Metra mengatakan koridor ini diharapkan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan K-Square atau bekas Kepri Mall.

"Jalan ini salah satunya untuk mengurangi kemacetan. Contohnya di sekitar K-Square, kawasan itu membutuhkan jalur alternatif," ujarnya.

Jalan Lingkar Tengah Hubungkan Batu Aji hingga Tanjung Uma

Koridor berikutnya adalah Jalan Lingkar Tengah dengan panjang sekitar 18,55 kilometer. Jalur ini akan menghubungkan Batu Aji, Tiban, Sekupang, hingga Tanjung Uma.

Baca Juga: 6 Putra-Putri Polda Kepri Lulus Taruna Akpol 2026

Pemko Batam membangun ruas Simpang Kantor Lurah Kibing–Jalan Diponegoro sepanjang 4,52 kilometer dan Jalan Diponegoro (Simpang Tiban Housing)–Simpang Tiban Princes sepanjang 3,41 kilometer.

Di sisi lain, BP Batam mengerjakan ruas Simpang SMPN 25–Kampung Nelayan–Jalan Puskesmas Tanjung Uma sepanjang 4,92 kilometer, termasuk pembangunan Jembatan Pondok Pelangi sepanjang 300 meter.

Menurut Metra, kawasan Tiban akan menjadi simpul penting dalam jaringan Jalan Lingkar Tengah karena nantinya terhubung dengan Tanjung Uma melalui jembatan baru sebelum keluar di kawasan DC Mall.

Jalan Lingkar Utara Perkuat Akses Bandara

Koridor Jalan Lingkar Utara memiliki panjang sekitar 14,50 kilometer. Jalur ini dirancang memperkuat akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim, kawasan pesisir, pusat pemerintahan, hingga wilayah timur Batam.

Pemko Batam akan membangun ruas Simpang Golden Prawn–Bundaran Ocarina sepanjang 1,18 kilometer, termasuk pembangunan Jembatan Golden Prawn dan Jembatan Ocarina/Sei Nayon.

Sementara BP Batam bertanggung jawab membangun ruas Jalan Gedung Sumatera–Jalan Central Boulevard sepanjang 2,99 kilometer, Jalan Hang Nadim–Jalan Tengku Sulung sepanjang 3,07 kilometer, serta Jembatan SMA 3–Kavling Sambau sepanjang 200 meter.

Metra menjelaskan jalur tersebut nantinya akan terhubung dengan kawasan Kantor BP Batam, Sumatera Expo, Belian, Garden Raya hingga Sambau sehingga memperkuat konektivitas kawasan timur Batam.

Anggaran Masih Disusun Bertahap

Metra menegaskan angka kebutuhan anggaran sebesar Rp130,78 miliar yang sempat beredar masih merupakan estimasi awal dan belum menjadi nilai final keseluruhan proyek.

Menurutnya, perencanaan masih terus disempurnakan dan besaran anggaran akan disesuaikan dengan tahapan pembangunan setiap tahun.

Sementara itu, alokasi anggaran sebesar Rp15 miliar pada tahun berjalan digunakan untuk memulai pembangunan tahap awal Jalan Lingkar Selatan sepanjang sekitar dua kilometer.

Melalui kolaborasi antara Pemko Batam dan BP Batam, pembangunan tiga koridor Jalan Lingkar diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, mengurangi beban lalu lintas di ruas utama, sekaligus mendorong munculnya kawasan ekonomi baru yang mendukung pertumbuhan investasi di Kota Batam. (*)

Editor : Putut Ariyo
infrastruktur Batam Kemacetan Batam Jalan Lingkar Batam bp batam pemko batam