DED Taman Budaya Rampung November, Lelang Fisik Menyusul

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:54 WIB

 

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam, Azril Apriansyah
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam, Azril Apriansyah
 
 
batampos - Pemerintah Kota Batam terus mematangkan rencana pembangunan Taman Budaya yang diproyeksikan menjadi pusat seni, budaya, sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap penyusunan Detailed Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung pada November 2026.
 
Kepala Dre, Azril Apriansyah, mengatakan proses penyusunan DED telah berjalan sesuai kontrak. Dokumen tersebut menjadi dasar seluruh pekerjaan konstruksi, mulai dari desain bangunan, spesifikasi teknis hingga kebutuhan anggaran pembangunan.
 
"DED sudah mulai dikerjakan dan sesuai kontrak akan selesai pada November 2026. Setelah itu baru akan dilelangkan pelaksanaan pembangunannya," ujar Azril, Rabu (29/7).
 
Menurutnya, Pemerintah Kota Batam menyiapkan rencana anggaran sekitar Rp50 miliar pada tahun 2027 untuk memulai pembangunan fisik. Namun, besaran anggaran tersebut masih bersifat indikatif karena akan disesuaikan dengan hasil akhir DED yang sedang disusun.
 
"Direncanakan anggaran yang akan tersedia sekitar Rp50 miliar pada tahun 2027. Tetapi nanti tentu akan disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan anggaran setelah DED final," jelasnya.
 
Azril menuturkan, penyusunan DED menjadi tahapan krusial agar pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan. Setelah dokumen selesai, pemerintah akan melanjutkan proses lelang pekerjaan konstruksi sebelum pembangunan fisik dimulai.
 
Taman Budaya akan dibangun di kawasan Gedung Beringin, aset milik Pemerintah Kota Batam, dan dirancang sebagai ruang publik yang mampu mengakomodasi aktivitas seni, budaya, serta ekonomi kreatif. Kawasan tersebut juga diharapkan menjadi wadah bagi berbagai komunitas seni dan budaya untuk menampilkan karya secara berkelanjutan.
 
Selain menjadi pusat kegiatan kebudayaan, Taman Budaya diproyeksikan menambah daya tarik pariwisata Kota Batam. Kehadirannya diharapkan melengkapi destinasi wisata yang selama ini didominasi wisata belanja, kuliner, dan bahari, sehingga wisatawan memiliki pilihan atraksi budaya yang lebih beragam.
 
Pembangunan Taman Budaya merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Batam dan direncanakan menggunakan skema tahun jamak (multi-years). Dengan selesainya DED pada akhir tahun ini, proyek tersebut diharapkan dapat memasuki tahap konstruksi pada 2027 dan menjadi salah satu ikon baru Kota Batam.
 
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan pembangunan Taman Budaya sebagai pusat seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp50 miliar itu akan dikerjakan dengan skema tahun jamak (multi-years) selama tiga tahun dan mulai berjalan pada 2026.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pembangunan Taman Budaya merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus menghadirkan destinasi wisata budaya baru di Batam.
 
Menurutnya, pembangunan tersebut telah memperoleh dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Batam bersama DPRD Kota Batam.
 
"Anggarannya kalau tak salah sekitar Rp50 miliar dan pembangunannya menggunakan skema multi-years selama tiga tahun. Tahun ini dimulai dengan proses perencanaan," kata Ardiwinata, Rabu (15/7).
 
Saat ini, kata dia, tahapan proyek memasuki penyusunan perencanaan teknis. Proses lelang konsultan perencana telah selesai dan pemenangnya telah ditetapkan. Selanjutnya, konsultan akan menyusun Detailed Engineering Design (DED) sebagai acuan pembangunan fisik.
Editor : Yofi Yuhendri
Taman Budaya dinas cipta karya pemko batam