BP Batam Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Target Rampung 2028

Putut Ariyo • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 13:23 WIB
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat meninjau lokasi sekolah rakyat.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat meninjau lokasi sekolah rakyat.

batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengawal persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di kawasan Rempang sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Sekolah yang akan dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang memiliki karakter kuat, kompetensi unggul, dan siap menghadapi tantangan dunia industri.

"Keberadaan Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri yang semakin pesat," ujar Amsakar, Sabtu (2/8/2026).

Baca Juga: Viral Lagi Aksi Potong Kabel Jembatan Barelang, BP Batam Minta Warga Ikut Jaga Aset Negara

Menurut Amsakar, saat ini proyek memasuki tahap pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis sebagai bagian dari persiapan pembangunan fisik. BP Batam memastikan seluruh proses dilakukan sesuai regulasi agar pelaksanaan proyek berjalan lancar tanpa kendala hukum maupun teknis.

Beberapa tahapan yang sedang diselesaikan meliputi pengurusan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Di lapangan, pekerjaan awal difokuskan pada pemagaran kawasan serta penanganan dini melalui pengendalian dan pencegahan potensi banjir guna mendukung kesiapan lokasi pembangunan.

Sekolah Rakyat Merah Putih mengusung konsep kawasan pendidikan terintegrasi, sehingga seluruh aktivitas belajar, pembinaan karakter, pengembangan bakat, hingga pendidikan vokasi dapat berlangsung dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Selain ruang belajar yang representatif, sekolah ini juga akan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana modern untuk mendukung peningkatan kompetensi siswa sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Amsakar menegaskan, penyelesaian seluruh proses perizinan menjadi prioritas agar pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan perundang-undangan. BP Batam juga mengedepankan pendekatan komunikasi yang humanis kepada masyarakat sekitar selama proses persiapan berlangsung.

"Kami tidak ingin pembangunan dimulai sebelum seluruh aspek hukum dan teknis benar-benar selesai. Dengan demikian, proyek dapat berjalan tepat waktu, sesuai regulasi, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam," katanya.

Setelah seluruh perizinan rampung, pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian pada 2028.

Baca Juga: Arsenal Bidik Bruno Guimaraes, Newcastle Terancam Kehilangan Sang Kapten

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan Sekolah Rakyat Merah Putih akan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Menurutnya, selain memberikan pendidikan yang layak dengan fasilitas memadai, sekolah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penguatan karakter dan pendidikan vokasi.

"Pemerintah ingin anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Dengan bekal keterampilan dan kompetensi yang baik, mereka diharapkan mampu bersaing di dunia kerja pada masa mendatang," ujar Li Claudia. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Sekolah Rakyat Merah Putih bp batam amsakar achmad rempang pendidikan gratis