Macet Setiap Hari, Warga Desak Jalan Marina City Segera Dibuka Dua Jalur

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Situasi kemacetan jalan Marina City saat jam sibuk. F. Istimewa
Situasi kemacetan jalan Marina City saat jam sibuk. F. Istimewa

batampos - Kemacetan di Jalan Marina City, Kecamatan Batuaji, semakin menjadi keluhan masyarakat. Hampir setiap pagi saat jam berangkat kerja dan sekolah, maupun sore ketika jam pulang, arus kendaraan di ruas jalan tersebut nyaris tak bergerak. Kondisi semakin parah ketika truk kontainer melintas atau keluar masuk kawasan industri.
 
Selain tingginya volume kendaraan, keberadaan lapak liar dan pasar kaget di sepanjang badan jalan dinilai mempersempit ruang lalu lintas. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dan waktu tempuh warga menjadi jauh lebih lama dibanding biasanya.
 
Dika, warga Perumahan Rhabayu, mengaku kemacetan telah menjadi rutinitas yang harus dihadapi setiap hari. Bahkan, ia beberapa kali terlambat masuk kerja karena terjebak antrean kendaraan.
 
"Setiap pagi pasti macet. Kalau sudah ada kontainer lewat, kendaraan langsung berhenti total. Saya beberapa kali terlambat masuk kerja karena macet di sini. Padahal saya sudah berangkat lebih awal," ujarnya.
 
Menurutnya, Jalan Marina City merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah kawasan perumahan, industri, hingga sekolah. Namun kapasitas jalan saat ini sudah tidak lagi sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas setiap hari.
 
"Yang membuat tambah parah itu pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Bahu jalan habis dipakai untuk lapak dan pasar kaget. Kendaraan jadi menyempit, akhirnya macet semakin panjang," katanya.
 
Keluhan serupa disampaikan Kholik, warga Perumahan Rici. Menurutnya, kemacetan di Jalan Marina City tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi juga sore hingga malam ketika aktivitas pasar kaget mulai ramai.
 
Baca Juga: Polisi Gerebek Dua Lokasi di Batu Ampar, 60 Gram Sabu dan 63 Ekstasi Diamankan
 
"Kalau sore lebih parah lagi. Orang pulang kerja bertemu dengan pembeli pasar kaget. Kendaraan jadi saling berebut jalan karena sebagian badan jalan dipakai pedagang. Hampir setiap hari seperti itu," ujarnya.
 
Ia mengatakan pemerintah sebenarnya sudah lama mewacanakan pelebaran Jalan Marina City. Namun hingga kini belum ada realisasi, sementara jumlah kendaraan terus meningkat seiring bertambahnya kawasan permukiman dan industri di Batuaji.
 
"Kami berharap pemerintah segera membuka dua jalur atau mempercepat pelebaran jalan. Jangan hanya wacana. Selain itu, pedagang yang berjualan di bahu jalan juga harus ditertibkan supaya fungsi jalan kembali normal. Kalau dibiarkan terus, kemacetan akan semakin parah," katanya.
 
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban sesaat, tetapi juga menyediakan lokasi relokasi yang layak bagi para pedagang sehingga mereka tetap bisa berjualan tanpa mengganggu arus lalu lintas.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, sebelumnya menjelaskan bahwa penertiban lapak liar merupakan tugas Satpol PP dan harus segera ditindak jika memang terbukti terdapat lapak liar di badan jalan.
 
Terkait usulan pelebaran jalan, ia menyatakan akan melakukan kajian lebih dalam bersama jajaran Pemerintah Kota Batam.
 
“Pelebaran jalan akan masuk bahan kajian Dinas Bina Marga,” ujarnya. 
Editor : Yofi Yuhendri
Kemacetan Dinas Bina Marga batuaji sekupang Jalan Marina City