batampos - Tokoh masyarakat Rempang, Siti Hawa atau yang akrab disapa Nek Awe, menyatakan mendukung pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Pulau Rempang.
Pernyataan itu disampaikan Nek Awe saat menghadiri kegiatan Rempang Ceria Bersama Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang digelar di Pulau Rempang, Minggu (2/8).
"Sangat senang memang, mendukung. Kita memang mendukung pembangunan sekolah," kata Nek Awe.
Menurutnya, pembangunan sekolah merupakan persoalan yang berbeda dengan konflik lahan yang hingga kini masih menjadi perhatian sebagian warga.
Ia menilai keberadaan sekolah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Rempang dan Galang, terutama untuk meningkatkan akses serta kualitas pendidikan anak-anak di kawasan hinterland.
"Ini memang wajib. Sekolah itu untuk orang-orang susah supaya bisa sekolah di sini," ujarnya.
Ia juga menegaskan akan terus memperjuangkan kampung halamannya agar tidak terdampak pembangunan yang dinilai mengancam keberlangsungan ruang hidup masyarakat pesisir.
"Saya berjuang untuk kampung saya. Kampung kami jangan diganggu," ucapnya dengan logat Melayu.
Sekolah Berdiri di Lahan 18 Hektare
Pemerintah berencana membangun Sekolah Terintegrasi Merah Putih di atas lahan seluas sekitar 18 hektare di Pulau Rempang.
Sekolah berkonsep boarding school tersebut akan menyediakan jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dalam proses penerimaan peserta didik, pemerintah akan memprioritaskan anak-anak yang berasal dari kawasan Rempang dan Galang. Kendati demikian, seleksi tetap dilakukan berdasarkan kompetensi, kemampuan akademik, serta prestasi calon siswa.
Pembangunan sekolah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di wilayah hinterland sekaligus menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Rempang dan Galang. (*)
Editor : Putut Ariyo