Apindo Batam: Lowongan Kerja Masih Banyak

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 08:18 WIB
Ilustrasi seorang wanita sedang mengalami stres dalam pekerjaan. (Freepik)
Ilustrasi seorang wanita sedang mengalami stres dalam pekerjaan. (Freepik)

batampos – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam menyatakan peluang kerja di Kota Batam masih terbuka luas seiring derasnya arus investasi yang masuk ke berbagai kawasan industri. Namun, peluang tersebut kini lebih banyak dinikmati oleh tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengatakan perusahaan-perusahaan di Batam, khususnya sektor manufaktur, masih aktif membuka rekrutmen karena aktivitas investasi terus menunjukkan tren positif.

"Untuk di Batam, masih banyak lowongan kerja yang buka. Karena investasi masih mengalir masuk ke Batam. Jadi lapangan pekerjaan masih terbuka," ujar Rafki.

Meski peluang kerja masih besar, Rafki menilai tantangan utama saat ini bukan lagi terbatasnya jumlah lowongan, melainkan kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, struktur industri di Batam kini mengalami perubahan. Jika sebelumnya didominasi industri padat karya, kini investasi mulai mengarah ke sektor padat modal dan berbasis teknologi, sehingga perusahaan lebih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus.

"Perlu diingat bahwa industri di Kota Batam saat ini mengarah pada industri padat modal. Di mana yang lebih banyak dibutuhkan adalah tenaga kerja terampil," katanya.

Ijazah Saja Tak Lagi Cukup

Rafki menegaskan dunia usaha saat ini tidak lagi hanya melihat latar belakang pendidikan formal. Perusahaan lebih mempertimbangkan kemampuan teknis, pengalaman kerja, hingga sertifikasi kompetensi yang dimiliki pelamar.

Karena itu, ia mengimbau pencari kerja untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan dan sertifikasi agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

"Tenaga kerja kita harus dipersiapkan dengan skill yang terus di-upgrade sesuai kebutuhan industri saat ini. Pekerja tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah semata," ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil akan terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan teknologi dalam proses produksi.

"Ke depan lapangan pekerjaan akan semakin besar bagi pekerja terampil. Lowongan pekerja yang belum terampil akan makin menyempit," katanya.

Investasi Tetap Jadi Motor Penyerapan Tenaga Kerja

Meski penggunaan teknologi di sektor industri terus meningkat, Rafki memastikan kondisi tersebut belum mengurangi kebutuhan tenaga kerja secara signifikan di Batam.

Selama investasi terus bertumbuh dan iklim usaha tetap kondusif, perusahaan diyakini akan tetap membuka kesempatan kerja baru.

Untuk menjaga daya saing Batam sebagai tujuan investasi, Apindo menilai pemerintah perlu terus menghadirkan kemudahan perizinan, kepastian hukum, efisiensi biaya produksi, serta regulasi ketenagakerjaan yang mendukung pertumbuhan dunia usaha.

Selain itu, Apindo Batam juga mendorong pemerintah memperkuat program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Upaya tersebut dinilai sejalan dengan target Pemerintah Kota Batam yang menargetkan puluhan ribu penyerapan tenaga kerja sepanjang 2026 melalui masuknya investasi baru. Pemerintah juga menjadikan peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif sebagai salah satu program prioritas untuk menciptakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

"Intinya pencari kerja zaman sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah. Harus dilengkapi sertifikat keahlian tertentu supaya lebih cepat mendapatkan pekerjaan," pungkas Rafki. (*)

Editor : Putut Ariyo
lowongan kerja batam tenaga kerja Apindo Batam investasi batam