batampos – Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat membuat timbulan sampah di Kota Batam ikut melonjak. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan pembangunan blok landfill baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Kabil, Kecamatan Nongsa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, mengatakan landfill baru seluas sekitar 3-4 hektare akan dibangun secara bertahap pada 2026 hingga 2027.
"Untuk menjawab itu, kita sekarang sudah membuat penganggaran untuk membangun lokasi landfill," kata Dohar, Selasa (4/8).
Menurut dia, pembangunan landfill di Zona C TPA Telaga Punggur ditargetkan mampu memperpanjang usia layanan TPA hingga sekitar 10 tahun ke depan.
Pengerjaan dibagi dalam dua tahap. Sekitar 50 persen pembangunan ditargetkan selesai pada 2026, sementara sisanya akan dirampungkan pada 2027.
Timbulan Sampah Batam Terus Naik
Penambahan kapasitas TPA dinilai mendesak karena produksi sampah Batam terus mengalami peningkatan.
Saat ini, volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 1.200 ton per hari, atau setara 36 ribu ton per bulan dan lebih dari 438 ribu ton per tahun.
Data DLH Batam pada 2024 juga mencatat produksi sampah berada di kisaran 1.150-1.200 ton per hari, ketika jumlah penduduk mencapai sekitar 1,3 juta jiwa. Sampah rumah tangga, terutama sisa makanan, masih mendominasi timbulan harian.
Sementara dalam Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kota Batam 2026, volume sampah diperkirakan berada pada kisaran 1.000-1.200 ton per hari.
Bahkan, pada April 2026, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut produksi sampah telah menyentuh sekitar 1.300 ton per hari, seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Hampir Dua Kali Lipat dalam Satu Dekade
Lonjakan timbulan sampah di Batam tergolong signifikan jika dibandingkan satu dekade lalu.
Pada periode 2010-2012, produksi sampah harian masih berada di kisaran 600-700 ton per hari. Kini, angkanya hampir dua kali lipat.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan ruang pembuangan akhir terus meningkat. Dengan produksi sekitar 1.200 ton per hari, TPA harus menampung sekitar 36 ribu ton sampah setiap bulan.
Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus menambah armada pengangkut, tetapi juga memperbesar kapasitas TPA agar mampu menampung peningkatan volume sampah.
Pengangkutan Sampah Dipercepat
Selain membangun landfill baru, Pemko Batam juga menyiapkan transformasi sistem pengangkutan sampah dengan melibatkan pihak swasta.
Pada tahap awal, perusahaan swasta akan menangani pengangkutan sekitar 400 ton sampah per hari di tiga kecamatan, yakni Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang.
"Program ini juga tengah mengupayakan pengangkutan sampah tepat waktu guna menyelesaikan persoalan di hulu," ujar Dohar.
Menurutnya, skema tersebut akan diuji terlebih dahulu sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh wilayah Batam.
"Awal-awal ini kita coba untuk tiga kecamatan. Nanti kita lihat dampaknya," katanya.
Melalui sistem baru tersebut, pemerintah berharap jadwal pengangkutan menjadi lebih teratur sehingga sampah tidak lagi menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS).
"Waktu pengangkutan akan terskedul dengan baik dan waktu pengangkutannya pun akan lebih cepat," tambah Dohar.
Armada dan Teknologi Turut Dibenahi
Perbaikan sistem persampahan juga menyasar armada pengangkut.
Pada 2024, DLH Batam mencatat terdapat 140 unit armada pengangkut sampah yang beroperasi. Namun, 52 unit di antaranya telah berusia lebih dari 10 tahun dan lima unit mengalami kerusakan berat.
Selain pembenahan armada, Pemko Batam juga mempercepat penyusunan Detail Engineering Design (DED) pengembangan TPA Telaga Punggur.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan, daur ulang, dan penguatan lebih dari 200 bank sampah yang telah terbentuk di Batam.
Pemko juga menjajaki penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik. Sejumlah investor telah memaparkan teknologi seperti gasifikasi dan insinerator sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem landfill.
Dengan kombinasi pembangunan landfill baru, pembenahan armada, keterlibatan swasta, hingga penerapan teknologi pengolahan sampah, Pemko Batam berharap sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern sekaligus mampu mengimbangi pertumbuhan kota yang terus berlangsung. (*)
Editor : Putut Ariyo