batampos – Pengguna Bus Trans Batam di kawasan Legenda Malaka, Batam Centre, mengeluhkan belum tersedianya halte dan fasilitas penyeberangan yang memadai. Kondisi ini dinilai membahayakan karena penumpang harus menyeberangi Jalan Sudirman yang dikenal padat dengan kendaraan berkecepatan tinggi.
Meski layanan Bus Trans Batam dinilai nyaman berkat armada berpendingin udara dan sistem pembayaran nontunai, akses setelah turun dari bus masih menjadi persoalan bagi penumpang.
Salah seorang pengguna Trans Batam, Muhammad Nur, mengaku harus menghadapi risiko setiap kali menyeberang, terutama saat jam sibuk.
"Kalau jam pulang dan berangkat kerja, sejam pun belum tentu bisa menyeberang. Nekat bisa mati karena kendaraan melaju cukup kencang," ujarnya, Senin (3/8).
Menurutnya, kondisi tersebut juga dialami pelajar, pekerja, dan masyarakat yang setiap hari menggunakan layanan Trans Batam di kawasan Legenda Malaka.
Dishub Usulkan Halte Baru pada 2027
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPTD Pelayanan Jasa Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan kawasan Legenda Malaka memang menjadi salah satu titik dengan aktivitas penumpang Trans Batam yang cukup tinggi.
Karena itu, Dishub Batam telah mengusulkan pembangunan satu halte baru di lokasi tersebut pada tahun depan.
"Ada. Tahun depan saya masukkan pembangunan satu halte di lokasi itu karena memang penumpang di Legenda Malaka cukup ramai," kata Bambang, Selasa (4/8).
Menurutnya, keberadaan halte menjadi langkah awal untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan masyarakat yang menggunakan transportasi publik.
JPO Masih Menunggu Pembahasan BP Batam
Selain halte, masyarakat juga mengusulkan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan tersebut.
Namun, Bambang menjelaskan rencana pembangunan JPO masih dalam tahap pembahasan dan menjadi kewenangan BP Batam melalui Deputi Infrastruktur.
"JPO masih sebatas wacana. Kemarin sudah ada pembahasan di BP Batam melalui Deputi Infrastruktur terkait rencana pembangunannya," ujarnya.
Zebra Cross dan Marka Kejut Jadi Solusi Sementara
Sambil menunggu pembangunan JPO, Dishub Batam akan mengusulkan sejumlah fasilitas keselamatan di lokasi tersebut.
Fasilitas yang direncanakan meliputi:
- Zebra cross.
- Marka kejut.
- Rambu peringatan pengurangan kecepatan.
"Kalau JPO belum ada, minimal kita lengkapi dulu dengan zebra cross, marka kejut, dan rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada," kata Bambang.
Ditargetkan Bangun 10 Halte Baru
Dishub Batam menargetkan pembangunan sekitar 10 halte baru pada 2027 di sejumlah koridor Trans Batam.
Selain Legenda Malaka, halte juga akan dibangun kembali di depan Rumah Sakit Awal Bros Casablanca setelah halte sebelumnya dibongkar.
"Lokasi-lokasi yang dipilih merupakan titik dengan aktivitas penumpang yang tinggi. Untuk titik lainnya masih dalam tahap perencanaan," ujarnya.
Sementara itu, pembangunan halte di kawasan Punggur belum menjadi prioritas karena proyek pelebaran Jalan Punggur masih berlangsung.
"Punggur belum kami prioritaskan karena pelebaran jalannya belum selesai. Masih ada kemungkinan penambahan lajur. Kami memilih membangun halte di ruas jalan yang pekerjaannya sudah selesai agar tidak dibongkar lagi," pungkas Bambang. (*)
Editor : Putut Ariyo