371 SD dan 201 SMP di Batam Terima Program Seragam Gratis, Distribusi Dimulai Akhir September

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:26 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

 
batampos
- Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menargetkan pembagian sekitar 56 ribu paket seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP negeri maupun swasta pada akhir September 2026. Saat ini proses pendataan penerima dan pengukuran ukuran seragam masih berlangsung di seluruh sekolah sebelum pengadaan dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan pendataan baru dapat dilakukan setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan jumlah kebutuhan seragam yang akan diproduksi.

"Setelah anak masuk sekolah baru kita data dan ukur ukurannya. Setelah kita tahu ukurannya, sambil kita lakukan proses lelang," ujar Hendri.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Disdik Batam menyiapkan 26.334 set seragam sekolah dan 26.334 set baju Melayu. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada siswa baru yang tersebar di 145 SD negeri dan 227 SD swasta di Kota Batam.

Baca Juga: Amsakar Tegas ke ASN: Tak Ada Lagi Nongkrong di Kedai Kopi Saat Jam Kerja

Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Disdik menyiapkan 26.501 set seragam sekolah dan 26.501 set baju Melayu. Bantuan itu akan diterima siswa baru di 65 SMP negeri dan 136 SMP swasta.

Dengan demikian, total seragam yang dipersiapkan tahun ini mencapai lebih dari 52 ribu set seragam nasional dan 52 ribu set baju Melayu untuk memenuhi kebutuhan siswa baru pada dua jenjang pendidikan tersebut.

Setiap siswa akan menerima dua jenis seragam, yakni seragam nasional dan seragam Melayu. Untuk siswa SD disiapkan seragam merah putih, sedangkan siswa SMP memperoleh seragam biru putih.

Selain pakaian, paket bantuan juga dilengkapi topi, dasi, kaus kaki, dan ikat pinggang. Khusus siswa laki-laki akan mendapatkan kain pinggang, sedangkan siswa perempuan menerima hijab sebagai pelengkap busana Melayu.

Hendri menegaskan pengadaan tahun ini tetap menggunakan sistem penjahitan berdasarkan ukuran masing-masing siswa, sehingga seragam yang diterima lebih pas dan nyaman digunakan.

"Seperti tahun lalu, prosesnya dijahit, bukan diambil per kodi-kodi begitu," katanya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan program tahun sebelumnya. Saat itu masih terdapat kelebihan produksi karena jumlah pengadaan mengacu pada basis data yang belum sepenuhnya sesuai dengan jumlah siswa baru yang benar-benar diterima.

"Evaluasi dari tahun lalu, kita kelebihan jahit. Seragam yang tersisa kemudian kami distribusikan untuk kelas yang lebih tinggi. Tahun ini kami data dulu jumlah siswa baru, lalu kami lebihkan sekitar lima persen sebagai cadangan," jelas Hendri.

Disdik Batam optimistis seluruh tahapan pengadaan, mulai dari pendataan, pengukuran, proses lelang hingga penjahitan dapat berjalan sesuai jadwal.

Dengan begitu, sekitar 56 ribu paket seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP negeri maupun swasta ditargetkan mulai dibagikan pada akhir September 2026, sehingga para siswa dapat segera mengenakannya dalam kegiatan belajar mengajar. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
SPMB 2026 seragam gratis sekolah disdik batam