Warga Rempang Galang Satukan Persepsi, Pendidikan dan Investasi Dinilai Kunci Kemajuan Daerah

Eusebius Sara • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:21 WIB
Ikatan Keluarga Rempang Galang (IKRAL) menggelar musyawarah bersama masyarakat Rempang Galang, di Pantai Vio Vio, Kamis (6/8/2026). F.Eusebius/Batam Pos
Ikatan Keluarga Rempang Galang (IKRAL) menggelar musyawarah bersama masyarakat Rempang Galang, di Pantai Vio Vio, Kamis (6/8/2026). F.Eusebius/Batam Pos

 
batampos
- Masyarakat Rempang Galang mulai membangun kesamaan pandangan mengenai arah pembangunan kawasan. Melalui musyawarah bertema “Merawat Ukhuwah, Menjalin Persatuan” yang digelar Ikatan Keluarga Rempang Galang (IKRAL) di Pantai Vio Vio, Kamis (6/8/2026).

Ratusan warga sepakat bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan investasi harus berjalan berdampingan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa menghilangkan keberadaan kampung tua.

Musyawarah yang dihadiri warga dari kawasan Jembatan IV hingga Jembatan VI itu menjadi forum terbuka untuk menyampaikan aspirasi, menyamakan persepsi, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai isu pembangunan di Rempang Galang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum IKRAL Sopian, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Galang Datuk Bakri, pendiri Elang Laut Suherman, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta unsur organisasi kemasyarakatan.

Salah satu kesepakatan yang mengemuka adalah dukungan terhadap pembangunan Sekolah Merah Putih, program pemerintah pusat yang dinilai mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Rempang Galang.

Peserta musyawarah menilai peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang mampu bersaing dan menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri.

Baca Juga: Bulog Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Stok Batam dan Karimun Dipastikan Aman

Ketua Umum IKRAL, Sopian, mengatakan masih terdapat anak-anak di Rempang Galang yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara optimal. Karena itu, menurutnya, pembangunan sekolah harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Sekolah yang akan dibangun ini baik untuk anak-anak kita. Masih banyak yang belum sekolah. Pemerintah sudah berinisiatif menghadirkan SD, SMP, dan SMA. Bahkan kami mengusulkan agar nantinya juga ada SMK sehingga anak-anak memiliki bekal keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap berbagai isu yang berkembang. Menurut Sopian, pembangunan Sekolah Merah Putih tidak dilakukan dengan menggusur kampung ataupun merampas lahan masyarakat.

Bahkan, pihaknya menginginkan adanya kesepakatan tertulis agar anak-anak Rempang Galang memperoleh prioritas untuk menikmati fasilitas pendidikan tersebut.

Selain pendidikan, masyarakat juga menyampaikan dukungan terhadap masuknya investasi ke Rempang Galang. Namun, investasi diharapkan berjalan selaras dengan kehidupan masyarakat, menghormati keberadaan kampung tua, serta memberikan manfaat nyata melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Ketua LAM Kecamatan Galang, Datuk Bakri, menegaskan pembangunan dan pelestarian kampung tua tidak seharusnya dipertentangkan. Menurutnya, kemajuan daerah dapat diwujudkan apabila seluruh pihak mengedepankan musyawarah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

Baca Juga: BMSDA Perluas Normalisasi Drainase, Sejumlah Titik Rawan Genangan Jadi Prioritas

“Kita ingin maju dengan investasi, tetapi kampung juga tetap ada. Mari kita samakan persepsi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas. Semua persoalan bisa diselesaikan melalui dialog,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Suherman. Ia menilai pembangunan Sekolah Merah Putih menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap masa depan masyarakat Rempang Galang.

Sementara itu, investasi dinilai menjadi peluang besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda apabila perusahaan yang beroperasi memprioritaskan tenaga kerja lokal dan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Musyawarah tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga situasi yang kondusif serta mengedepankan dialog dalam setiap persoalan.

Masyarakat berharap pembangunan pendidikan, investasi, dan pelestarian kampung tua dapat berjalan beriringan sehingga Rempang Galang berkembang sebagai kawasan yang maju, tetap mempertahankan identitas budaya, dan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
rempang galang IKRAL investasi rempang Pembangunan Batam kampung tua