batampos – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang mencatat telah menangani 28 operasi Search and Rescue (SAR) di wilayah Kepulauan Riau sepanjang Januari hingga Juli 2026. Mayoritas operasi tersebut merupakan penanganan kecelakaan laut.
Data itu disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, saat bersilaturahmi dengan awak media di Batam, Jumat (7/8).
Fazli menjelaskan, dari total 28 operasi SAR, sebanyak 20 merupakan kecelakaan laut, sedangkan delapan lainnya terkait kondisi yang membahayakan manusia.
Baca Juga: 74 Vape Etomidate Disembunyikan di Mesin Cuci, Jaringan Narkotika Malaysia Terbongkar
"Dari seluruh operasi tersebut terdapat 61 korban, dengan rincian 45 orang berhasil diselamatkan, 10 orang ditemukan meninggal dunia, dan enam orang masih dinyatakan hilang," kata Fazzli.
Ia menambahkan, enam korban yang belum ditemukan di antaranya berasal dari insiden KM Bahtera yang berlayar dari Tanjunguban menuju Tambelan.
Menurut Fazzli, setiap operasi pencarian dilaksanakan sesuai prosedur dengan masa operasi maksimal tujuh hari. Selama periode tersebut, seluruh potensi SAR dikerahkan untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Baca Juga: Kuasa Hukum Tersangka Minta Gelar Perkara Khusus Dugaan Pencabulan Digelar Terbuka
Namun, pada sejumlah kasus, khususnya kecelakaan laut, korban belum berhasil ditemukan karena berbagai kendala di lapangan. Sebagian besar korban diduga terjatuh dari kapal sehingga titik awal jatuhnya tidak diketahui secara pasti. Selain itu, kondisi arus dan angin menyebabkan area pencarian terus meluas.
"Selama tujuh hari pencarian sudah kami lakukan secara maksimal, namun korban tersebut belum berhasil ditemukan," ujarnya.
Meski operasi SAR resmi dihentikan setelah batas waktu pencarian berakhir, Basarnas tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Nahkoda kapal diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Fazzli menegaskan seluruh operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur SAR yang ada. Hasil operasi selama tujuh bulan pertama tahun ini juga menunjukkan mayoritas korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kami sudah melakukan pencarian secara maksimal dengan seluruh unsur dan kekuatan yang ada. Hal ini juga kami komunikasikan kepada pihak keluarga korban," tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim