205 Mahasiswa Terima Beasiswa Pemko Batam, Lolos ke UI, UGM, ITB hingga ITS

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 23:59 WIB
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama sejumlah pelajar saat sosialisasi beasiswa perguruan tinggi, beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk Batam Pos
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama sejumlah pelajar saat sosialisasi beasiswa perguruan tinggi, beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat investasi di bidang sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan anak-anak dari kawasan hinterland. Program ini membuka peluang lebih besar bagi putra-putri Batam untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia.

Hingga Juni 2026, sebanyak 205 mahasiswa telah menerima beasiswa Pemko Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

Pada tahun akademik 2026/2027, penerima beasiswa berhasil diterima di sejumlah PTN bergengsi, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan IPB University.

Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi pelajar berprestasi di wilayah mainland, tetapi juga membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari kawasan hinterland yang selama ini menghadapi tantangan biaya dan keterbatasan akses.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

"Anak-anak mainland dan hinterland memiliki potensi yang sama besarnya. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka memperoleh akses pendidikan yang layak sehingga dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah," ujar Amsakar, Jumat (7/8).

13 Mahasiswa Lolos SNBP ke PTN Terbaik

Pada tahun akademik 2026/2027, sebanyak 13 mahasiswa asal Batam berhasil memperoleh Beasiswa Berprestasi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Baca Juga: Ditjen Imigrasi Deportasi 25 WN Vietnam, Terbukti Salahgunakan Izin Tinggal di Batam

Mereka diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama. Insyra Attala Muri diterima di Universitas Indonesia, Aulya Putri Nursazila di Universitas Gadjah Mada, dan Johannes Alexander Nababan di Institut Teknologi Bandung.

Sementara Junelyn diterima di Universitas Padjadjaran dan Rachel Amelia Siregar di IPB University.

Sebanyak delapan mahasiswa lainnya melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yakni Andrie Tjung, Rizqi Abdul Ghani, Melki Abinael Saragih, Olivia Rygina Ginting, Marcell Timothy Boni Sitorus, Clark Steven Kent Hutabarat, Yusuf Abdullah, dan Ricardo Ambarita.

Menurut Amsakar, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil seiring pesatnya perkembangan Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, jasa, teknologi, dan ekonomi digital.

"Kami ingin memastikan tidak ada anak Batam yang kehilangan kesempatan meraih cita-cita hanya karena persoalan biaya atau akses pendidikan. Ini investasi jangka panjang yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui lahirnya SDM yang berkualitas," katanya.

Anak Hinterland Jadi Prioritas

Pemko Batam juga memastikan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat di kawasan hinterland.

Untuk jenjang pendidikan di ITS, terdapat empat penerima beasiswa yang berasal dari wilayah hinterland, yakni Irfan Irawan dari Kampung Batu Putih, Karas; Anselina Laura Febrianti dan Gabriel Selaksa Raffel Putra Widodo dari Sei Raya, Sembulang; serta M. Fahrizat dari Teluk Sunti, Pulau Terung.

Selain itu, 28 mahasiswa asal berbagai pulau di wilayah hinterland memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Batam.

Mereka berasal dari sejumlah wilayah seperti Sembulang, Rempang Cate, Pulau Seraya, Pantai Gelam, Pulau Buluh, Bulang Lintang, Pulau Terung, Tanjung Sari, Sekanak Raya, Pulau Pecong, Air Raja, Pulau Kasu, Pemping, Karas, hingga Galang Baru.

Program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi hingga ke wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis.

Investasi SDM untuk Masa Depan Batam

Amsakar menegaskan keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda Batam untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Menurutnya, pemerintah berkewajiban membuka akses seluas-luasnya, sementara para penerima beasiswa diharapkan mampu menjaga prestasi, menyelesaikan pendidikan, dan kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah.

"Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Jaga prestasi, kembangkan kemampuan dan karakter," ujarnya.

Ia berharap lulusan penerima beasiswa dapat memperkuat sektor-sektor strategis Batam, mulai dari industri manufaktur, teknologi, ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga sektor jasa.

"Batam membutuhkan generasi muda yang cerdas, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap daerahnya," kata Amsakar.

Menurutnya, pembangunan Batam tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia yang mampu menjadi pelaku utama pembangunan di masa depan.

"Pembangunan Batam bukan hanya soal infrastruktur. Kita juga harus menyiapkan manusianya agar mampu menjaga dan melanjutkan pembangunan Batam ke depan," tutupnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
pendidikan Batam Beasiswa Batam amsakar achmad mahasiswa pemko batam