8.000 Warga Meriahkan Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI di Batam

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 12:40 WIB
Wali Kota Batam, Amsakar, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Forkopimda melepas peserta pawai pembangunan dalam rangka HUT ke 81  Kemerdekaan RI di Engku Hamidah, Minggu (9/8). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wali Kota Batam, Amsakar, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Forkopimda melepas peserta pawai pembangunan dalam rangka HUT ke 81 Kemerdekaan RI di Engku Hamidah, Minggu (9/8). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Jalanan pusat Kota Batam dipenuhi ribuan peserta saat Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (9/8) pagi. Sekitar 8.000 orang ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi pembuka rangkaian perayaan kemerdekaan tingkat Kota Batam.

Pawai yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu dipusatkan di kawasan Batam Center. Kegiatan terbagi dalam dua agenda utama, yakni pawai budaya dan pawai kendaraan hias.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam Imam Tohari selaku koordinator kegiatan mengatakan, jumlah peserta mencapai sekitar 8.000 orang. Sementara itu, puluhan kendaraan hias turut ambil bagian.

Baca Juga: Kemiskinan Turun Jadi 8,07 Persen, IDEAS Soroti Banyak Pekerja Masih Miskin

“Pesertanya sekitar 8.000 orang. Pawai pembangunan ini terdiri dari pawai budaya dan pawai kendaraan hias,” kata Imam.

Pawai budaya menjadi salah satu gambaran keberagaman masyarakat Batam. Pesertanya berasal dari berbagai unsur, mulai marching band, Paskibraka, organisasi perempuan, satuan pendidikan, organisasi perangkat daerah (OPD), paguyuban hingga organisasi kemasyarakatan.

Barisan pawai diawali Marching Band BBDC, disusul Paskibraka Kota Batam. Setelah itu, terdapat PKK Kota Batam, PIKORI BP Batam, Dharma Wanita Persatuan, Dekranasda, serta berbagai organisasi perempuan.

Barisan berikutnya diisi perwakilan Forkopimda, peserta dari jenjang pendidikan mulai TK hingga perguruan tinggi, OPD, paguyuban, dan organisasi kemasyarakatan.

Peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah serta busana Melayu. Pawai budaya mengambil titik awal di RM Dendeng Batokok, Sei Panas, kemudian bergerak menuju panggung kehormatan.

Sementara itu, pawai kendaraan hias diberangkatkan dari Dataran Engku Hamidah. Rutenya melintasi Simpang Glael, Simpang Polux Habibie, Simpang Kepri Mall, dan Simpang Fly Over sebelum berakhir di panggung kehormatan.

Baca Juga: Kostum Satwa Asia hingga Manusia Egrang Memukau Wisatawan di BRNP 2026

Sebanyak 47 kendaraan mengikuti pawai kendaraan hias. Panitia menetapkan kendaraan yang digunakan berupa mobil pikap atau lori dengan maksimal enam roda dan harus dalam kondisi layak jalan.

Ketinggian kendaraan hias dibatasi maksimal empat meter. Dekorasi juga wajib memperhatikan aspek keselamatan lalu lintas, termasuk tidak menghalangi pandangan pengemudi, lampu kendaraan, maupun kemampuan kendaraan bermanuver.

Peserta diperbolehkan menampilkan logo dan slogan HUT ke-81 RI maupun identitas masing-masing pada kendaraan hias.

Penilaian dilakukan berdasarkan estetika, ketertiban selama pawai, serta kesesuaian dengan ketentuan teknis yang ditetapkan panitia.

Rangkaian Perayaan Berlanjut hingga Oktober

Ketua Panitia HUT ke-81 RI tingkat Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan, Pawai Pembangunan baru menjadi awal dari rangkaian perayaan kemerdekaan di Batam.

Agenda berikutnya dimulai Jumat (14/8) dengan gladi kotor upacara kenaikan dan penurunan bendera di Dataran Engku Putri, Batam Center. Pada malam harinya, pengukuhan Paskibraka dijadwalkan berlangsung di Golden Prawn 933, Bengkong.

Gladi bersih upacara dijadwalkan Sabtu (15/8). Sehari menjelang peringatan kemerdekaan, Pemkot Batam akan menggelar Pawai Obor atau Taptu di Dataran Engku Hamidah pada Minggu (16/8) malam.

Pada malam yang sama, Apel Kehormatan dan Renungan Suci dijadwalkan berlangsung di Taman Makam Pahlawan Bulang Gebang, Batuaji.

Baca Juga: Wisman Serbu Batam, 820 Ribu Kunjungan Tercatat hingga Juni 2026

“Puncak peringatan berlangsung pada Senin, 17 Agustus. Upacara kenaikan bendera dijadwalkan pukul 07.00 WIB di Dataran Engku Putri dengan Wali Kota Batam sebagai inspektur upacara,” kata Yusfa.

Pada siang harinya, pemberian remisi umum dijadwalkan berlangsung di Lapas Kelas IIA Batam. Sementara upacara penurunan bendera dijadwalkan pukul 16.00 WIB dengan Wakil Wali Kota Batam sebagai inspektur upacara.

Rangkaian perayaan berlanjut setelah 17 Agustus. Pada 18 Agustus, Pemkot Batam menjadwalkan Upacara Hari Pramuka ke-65 di Dataran Engku Putri.

Semarak Kemerdekaan kemudian digelar pada 21 Agustus di lokasi yang sama. Pada 22–23 Agustus, masyarakat dijadwalkan mengikuti Batam Bershalawat bersama Az-Zahir.

Rangkaian kegiatan juga digelar di sejumlah kecamatan. Di Belakang Padang, pesta rakyat dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus di Pulau Penawar Rindu.

Kecamatan Galang menyiapkan lomba senam kreasi pada 22 Agustus, sedangkan Kecamatan Bulang menggelar lomba tradisional sampan layar pada 23 Agustus.

Kegiatan berlanjut dengan Pesta Anak Pantai di Sekupang dan Carnaval Pawai Budaya di Lubuk Baja pada 29 Agustus. Sehari berikutnya, Kecamatan Nongsa menggelar Nostalgia Nongsa.

Memasuki September, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat dan jalan santai di Batu Ampar pada 13 September, Fun Bike dan Senam Sehat di Sungai Beduk pada 20 September, serta Batu Aji Bergerak Sehat pada 27 September.

Pada Oktober, rangkaian perayaan dijadwalkan ditutup dengan Selamat Pagi Batamku di Kecamatan Batam Kota pada 4 Oktober, Sagulung Merdeka Fest 2026 pada 10 Oktober, dan Bengkong Smiling Morning pada 18 Oktober. (*)

Editor : M Tahang
HUT ke-81 RI pawai pembangunan