batampos - Momen menarik tersaji dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Engku Putri, Batam, Senin (17/8). Dua tokoh yang pernah dan sedang memimpin Batam, Amsakar Achmad dan Muhammad Rudi, hadir dalam satu barisan pada upacara tersebut.
Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, mantan Wali Kota Batam sekaligus mantan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, hadir sebagai peserta upacara.
Usai kegiatan, Amsakar menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat persatuan, membangun harmoni, dan menumbuhkan energi positif di tengah masyarakat.
"Yang lebih penting daripada itu bagaimana kita saling mengembangkan energi positif, sehingga satu dengan yang lainnya saling memperkuat," ujar Amsakar.
Ia mengingatkan agar ruang publik tidak dipenuhi narasi negatif yang justru memicu rasa saling curiga di antara sesama anak bangsa.
"Jangan sebaliknya, justru yang berkembang di ruang publik energi yang negatif yang membuat hubungan sesama anak bangsa saling tidak percaya dan membuat jarak di antara kita," katanya.
Menurut Amsakar, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah dan bangsa.
Terharu Melihat Paskibraka
Amsakar mengaku tersentuh saat menyaksikan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjalankan tugas pada upacara tersebut.
"Saya tertegun, menangis ketika pasukan Paskibra mengambil bendera. Dan ketika dia laporan saya terharu," ungkapnya.
Ia memuji dedikasi para anggota Paskibraka yang menjalani latihan selama sekitar 40 hari hingga mampu menampilkan prosesi pengibaran bendera dengan sempurna.
"Anak-anak kita sekarang ini sederhana sekali, latihan 40 hari, tapi bisa memberikan penampilan yang sangat sempurna, dan hampir semuanya berjalan dengan mulus," ujarnya.
Amsakar berharap semangat disiplin dan kerja keras yang ditunjukkan para anggota Paskibraka dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat.
Upacara HUT ke-81 RI di Alun-Alun Engku Putri diikuti berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, paguyuban, organisasi kemasyarakatan hingga organisasi kepemudaan.
Menurut Amsakar, keberagaman peserta menjadi simbol bahwa pembangunan Batam membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Amsakar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas capaian pemerintahannya selama sekitar satu tahun enam bulan yang menurutnya belum sepenuhnya memenuhi harapan.
"Mohon maaf kalau sampai sejauh ini satu tahun enam bulan menjabat belum memberikan kontribusi yang maksimal, tapi saya bertekad untuk memenuhi janji dan komitmen politik saya," katanya.
Muhammad Rudi: Kemerdekaan Harus Terus Dijaga
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Rudi mengatakan peringatan Hari Kemerdekaan merupakan momen untuk mengenang perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Upacara ini kan ulang tahun kita bersama. Jadi sudah kewajiban kita memperingati dan mengingat supaya kemerdekaan ini sudah diperjuangkan oleh pendahulu kita," ujar Rudi.
Menurutnya, makna kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan pemerintahan sekarang, pembangunan-pembangunan harus lancar, demi menyongsong kesejahteraan rakyat buat kita semua," kata Rudi. (*)
Editor : Putut Ariyo