batampos – Gangguan listrik di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang sejak Senin (17/8) pagi menyebabkan pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Batam terganggu. Air Batam Hilir (ABH) menargetkan pekerjaan perbaikan selesai sekitar pukul 20.00 WIB, sedangkan aliran air ke pelanggan diperkirakan mulai kembali normal sekitar pukul 22.00 WIB.
Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, mengatakan gangguan tersebut dipicu oleh terhentinya pasokan listrik di IPAM Duriangkang sehingga proses produksi dan distribusi air bersih ikut terdampak.
"Prediksi estimasi sekitar jam 10 atau jam 11 malam. Estimasi ya," ujar Ginda kepada Batam Pos, Senin (17/8).
Gangguan pelayanan berdampak pada sejumlah kawasan, meliputi Batam Centre, Nagoya, Baloi, Bengkong, Seraya, Sengkuang, Batu Merah, Batu Besar, Kabil, Punggur, Barelang, Sagulung, Marina, serta wilayah sekitarnya.
Menurut Ginda, tim teknis masih bekerja memulihkan sistem kelistrikan di instalasi pengolahan air. Setelah pekerjaan selesai, distribusi air tidak bisa langsung kembali normal karena jaringan memerlukan proses normalisasi tekanan.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat agar pelayanan kepada pelanggan segera pulih.
"Sehingga aliran bisa normal untuk pelanggan," katanya.
ABH menargetkan pekerjaan teknis selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah itu, proses normalisasi distribusi diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
"Normalisasi aliran itu setelah selesai pekerjaan. Kita pastikan sekitar jam 20.00 selesai. Normalisasi aliran air ke pelanggan itu bisa jam 22.00. Semoga cepat selesai," jelasnya.
Meski demikian, waktu pemulihan di setiap wilayah dapat berbeda. Hal tersebut dipengaruhi posisi pelanggan pada jaringan distribusi maupun kondisi elevasi wilayah.
"Pekerjaan sama normalisasi memang agak sedikit beda. Pekerjaan kita harapkan bisa lebih cepat selesai sekitar jam 20.00, aliran air ke pelanggan sekitar jam 22.00. Namun sangat bergantung sama elevasi dan posisi pelanggan di jaringan," tambah Ginda.
ABH juga mengimbau pelanggan untuk tetap menggunakan air secara bijak selama proses pemulihan berlangsung. Bagi wilayah yang mengalami gangguan berkepanjangan, layanan mobil tangki air bersih tetap disiagakan sesuai kebutuhan melalui koordinasi dengan ketua RT, RW, maupun kelurahan setempat. (*)
Editor : Putut Ariyo