Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemko Tanjungpinang Luncurkan Kartu Bima Sakti, Apa Itu?

A
Penulis: Antara❯
Peluncuran Kartu Bima Sakti di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (17/8/2026). ANTARA/Ogen
Peluncuran Kartu Bima Sakti di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (17/8/2026). ANTARA/Ogen

Advertisement

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, resmi meluncurkan Kartu Bima Sakti bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai bantuan sosial (bansos) dan layanan publik dalam satu sistem berbasis data digital agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan Kartu Bima Sakti merupakan kartu identitas digital yang terhubung dengan basis data terpadu perlindungan sosial. Sistem tersebut menggunakan single data sehingga seluruh riwayat penerimaan bantuan masyarakat dapat dipantau secara digital.

"Kartu Bima Sakti adalah kartu identitas digital dan basis data terpadu perlindungan sosial. Kartu ini juga memiliki single data yang dapat dipantau oleh sistem sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran," kata Lis usai peluncuran Kartu Bima Sakti di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Senin.

Advertisement

Menurut Lis, manfaat utama Kartu Bima Sakti adalah memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Selain itu, sistem ini mampu mencegah penerima bantuan ganda sekaligus merekam seluruh riwayat bantuan warga secara digital.

Untuk mendukung implementasinya, Pemko Tanjungpinang telah bekerja sama dengan Bank BTN dalam proses aktivasi rekening sekaligus penyaluran bantuan melalui Kartu Bima Sakti.

Pada tahap awal, sebanyak 235 warga yang masuk kategori Desil I Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mulai mengaktifkan kartu tersebut. Mereka merupakan warga yang belum menerima bantuan sosial dalam tiga tahun terakhir dan belum mendapatkan intervensi bantuan dari Kementerian Sosial RI.

Dalam peluncuran perdana ini, setiap penerima memperoleh bantuan tunai sebesar Rp200 ribu yang disalurkan melalui rekening Kartu Bima Sakti, serta bantuan paket sembako.

"Bantuan ini menjadi tahap awal penggunaan Kartu Bima Sakti untuk penyaluran berbagai program kepada masyarakat," ujar Lis.

Ia menambahkan, ke depan Kartu Bima Sakti tidak hanya dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan dari Pemko Tanjungpinang, tetapi juga berbagai program sosial lainnya, termasuk bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Advertisement

Artikel Terkait

Keuangan Masih Seret, Pemko Tanjungpinang Minta Tambahan Dana dari Pusat

Keuangan Masih Seret, Pemko Tanjungpinang Minta Tambahan Dana dari Pusat

Pemko Tanjungpinang berharap tambahan dana transfer pusat karena kondisi keuangan masih tertekan dan beban belanja pegawai terus meningkat.

Wali Kota Tanjungpinang Temukan Kabel Optik Hambat Drainase

Wali Kota Tanjungpinang Temukan Kabel Optik Hambat Drainase

Wali Kota Tanjungpinang menemukan kabel optik menghambat drainase dan memicu penumpukan sampah yang berpotensi menyebabkan banjir.

 Puluhan RT/RW di Melayu Kota Piring Tanjungpinang Tolak Rencana Perampingan

Puluhan RT/RW di Melayu Kota Piring Tanjungpinang Tolak Rencana Perampingan

Puluhan RT/RW di Tanjungpinang menolak perampingan wilayah karena dinilai menyulitkan administrasi dan berdampak pada layanan warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer