batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) melakukan pelebaran tujuh ruas jalan strategis sepanjang 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas infrastruktur jalan, mengurangi kemacetan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Batam.
Kepala DBMSDA Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pekerjaan pelebaran jalan saat ini sedang berlangsung di tujuh titik yang dinilai memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.
Adapun lokasi yang menjadi prioritas pelebaran meliputi Simpang Cikitsu, Simpang Tiga, Simpang Kara, kawasan Perumahan Orchid di Sagulung, ruas jalan depan SPBU dekat Sekolah Ulil Albab, Simpang Sei Pancur menuju Kampung Bagan, serta satu ruas jalan lainnya yang masuk dalam paket pekerjaan tahun 2026.
"Pokoknya ada tujuh lokasi yang kami sedang kerjakan di tahun ini (2026). Harapannya tentu saja mengurangi kemacetan, meningkatkan aksesibilitas, konektivitas masyarakat dan banyak hal lain," kata Metra saat dikonfirmasi di Batam, Selasa.
Selain melakukan pelebaran jalan, Pemko Batam juga meningkatkan kapasitas struktur jalan di sejumlah kawasan. Pekerjaan tersebut dilakukan di Jalan Victoria, Tanjung Riau, serta kawasan Nongsa dengan total anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
DBMSDA juga membangun dinding penahan jalan di sekitar Lanud Hang Nadim dengan anggaran sebesar Rp389 juta untuk memperkuat struktur jalan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Ekonom Soroti Efek Berantai ke Ekonomi Lokal
Metra menargetkan seluruh pekerjaan pelebaran dan peningkatan jalan yang telah dianggarkan dapat diselesaikan pada 2026 sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Bentuk Satgas Perbaikan Jalan
Selain pembangunan infrastruktur, DBMSDA Batam membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kerusakan Jalan yang bertugas memantau kondisi jalan setiap hari.
Tim tersebut melakukan survei rutin di berbagai ruas jalan dan langsung melakukan perbaikan sementara (patching) pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.
"Setiap hari untuk survei dan langsung di-patching. Saya sudah bentuk tim Satgas Kerusakan Jalan. Mereka bekerja setiap hari memonitor titik-titik yang perlu kita patching dan itu dilakukan setiap hari," ujar Metra.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar kerusakan jalan dapat ditangani lebih cepat tanpa harus menunggu kondisi jalan semakin rusak, sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga.
Normalisasi Drainase di Titik Rawan Genangan
Selain peningkatan kualitas jalan, Pemko Batam juga mengintensifkan normalisasi dan pembersihan drainase di sejumlah titik yang kerap mengalami genangan saat hujan.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas penanganan meliputi kawasan Dana Graha, saluran belakang Baloi Ditpam hingga Simpang Awal Bros, drainase Tiban Centre, kolam retensi Kodim Batuaji, serta Jalan S. Parman di depan Ruko Permata Piayu.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air, mengurangi potensi banjir, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menindaklanjuti berbagai laporan dan keluhan masyarakat terkait genangan air di sejumlah wilayah Batam.
Program pelebaran jalan, peningkatan struktur jalan, perbaikan kerusakan secara berkala, hingga normalisasi drainase menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. (*)
Editor : Putut Ariyo