batampos – Persoalan sampah rumah tangga yang menumpuk akibat jadwal pengangkutan yang tidak menentu mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Pariwisata Batam menghadirkan Program CERMAT di RT 05 Sukajadi, Kota Batam.
CERMAT merupakan akronim dari Cegah, Edukasi, Reduksi, Manfaatkan, Aktif, dan Transformasi Sampah. Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan baru dalam mengurangi, memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan PKK RT 05 Sukajadi Kota Batam melalui Implementasi Program CERMAT (Cegah, Edukasi, Reduksi, Manfaatkan, Aktif, dan Transformasi Sampah) dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Teknologi Tepat Guna” tersebut memperoleh Hibah PKM BIMA Tahun 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek.
Tim tersebut menjadi satu-satunya tim dari Politeknik Pariwisata Batam yang memperoleh Hibah PKM BIMA 2026 tahun ini.
Ibu-ibu PKK RT 05 Sukajadi menjadi mitra utama dalam pelaksanaan program. Kegiatan tidak hanya berfokus pada edukasi mengenai persoalan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri mulai dari rumah.
Ketua Tim PKM, Arina Luthfini Lubis, mengatakan persoalan yang dihadapi warga menjadi titik awal lahirnya Program CERMAT. Sampah yang terus dihasilkan setiap hari, sementara pengangkutannya tidak selalu dapat dipastikan, membuat masyarakat membutuhkan alternatif pengelolaan yang bisa dilakukan secara mandiri.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa persoalan sampah tidak harus selalu menunggu diselesaikan ketika sampah sudah menumpuk. Perubahan justru dapat dimulai dari rumah, dari bagaimana kita mengurangi, memilah, kemudian memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai,” ujar Arina.
Melalui Program CERMAT, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami cara mengelola sampah, tetapi juga memiliki keterampilan dan sarana untuk menerapkannya secara mandiri.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap melalui edukasi, diskusi, permainan edukatif, hingga praktik langsung. Warga diperkenalkan pada pemilahan sampah sejak dari sumber, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan bahan organik rumah tangga untuk pembuatan eco-enzyme.
Pendekatan partisipatif membuat kegiatan berlangsung interaktif. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan peserta dalam diskusi, sesi tanya jawab, hingga praktik pengolahan sampah.
Warga tidak hanya menerima materi, tetapi juga mencoba secara langsung berbagai proses pengelolaan sampah. Cara ini diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilengkapi Teknologi Tepat Guna
Program CERMAT juga dirancang agar manfaatnya tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Tim PKM menyerahkan sejumlah aset dan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada pengelola PKK RT 05 Sukajadi sebagai sarana untuk melanjutkan kegiatan.
Perangkat yang diserahkan antara lain sarana pemilahan sampah organik dan nonorganik, komposter rumah tangga, wadah fermentasi eco-enzyme, serta perangkat pendukung pemantauan penggunaan teknologi.
Penyerahan aset tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Program CERMAT. Dengan tersedianya sarana pengelolaan sampah, warga diharapkan dapat melanjutkan praktik secara mandiri sekaligus membangun kebiasaan baru yang berkembang dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT.
Ketua PKK RT 05 Sukajadi, Evi Elviana Bangun, menyambut positif program tersebut. Menurut dia, kegiatan itu relevan dengan kondisi yang selama ini dihadapi warga sekaligus memberikan alternatif penyelesaian yang dapat dimulai dari lingkungan rumah.
“Kami sangat senang karena kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi langsung mengajarkan bagaimana sampah rumah tangga dapat dipilah dan diolah. Ibu-ibu juga sangat antusias karena apa yang dipelajari dekat dengan kegiatan sehari-hari,” kata Evi.
Dengan adanya peralatan yang diserahkan kepada PKK, Evi berharap kegiatan pengelolaan sampah dapat terus dilanjutkan dan menjadi kebiasaan bersama warga.
Selain mengurangi volume sampah yang harus dibuang, pengelolaan sampah organik juga membuka peluang pemanfaatan lebih lanjut. Kompos, misalnya, dapat digunakan untuk mendukung tanaman di lingkungan rumah.
Sementara itu, hasil pengolahan sampah lainnya berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat, termasuk nilai ekonomi bagi masyarakat.
Tim pelaksana Program CERMAT terdiri atas Arina Luthfini Lubis sebagai ketua pelaksana, Rosie Oktavia Puspita Rini sebagai anggota pelaksana 1, Andri Wibowo sebagai anggota pelaksana 2, serta dua mahasiswa, Nana Putri Amelita dan Naya Sabrina.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat, Program CERMAT diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan PKM sesaat. Program tersebut diharapkan menjadi titik awal terbentuknya pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih mandiri di RT 05 Sukajadi.
Sebab, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan seberapa sering sampah diangkut, tetapi juga seberapa banyak sampah yang dapat dicegah, dikurangi, dan dimanfaatkan sebelum akhirnya dibuang. (*)
Editor : Jamil Qasim