batampos - Dari persimpangan jalan di Kota Batam, kepedulian untuk warga Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalir. Komunitas Andalan Driver Batam (Komando) turun ke jalan menggalang dana bagi korban gempa yang masih menghadapi dampak bencana dan gempa susulan.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di sejumlah persimpangan jalan Batam. Para anggota Komando mengajak pengguna jalan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu warga Flores yang terdampak gempa.
Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan pihaknya telah mengajukan surat kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam untuk melaksanakan pengumpulan sumbangan selama satu bulan. Kegiatan berlangsung mulai 18 Agustus hingga 18 September 2026.
“Dari Batam kita ingin ikut memberikan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores. Mudah-mudahan bantuan yang terkumpul bisa bermanfaat bagi mereka,” kata Feryandi, Rabu (19/8).
Penggalangan dana dilakukan pada sore hari dengan melibatkan anggota Komando yang memiliki waktu untuk turun ke lapangan. Dua lokasi yang menjadi titik pengumpulan donasi adalah Simpang K Square dan lampu merah Baloi Center.
Baca Juga: Batam Aero Engine Resmi Beroperasi, Perkuat Kemandirian MRO Pesawat Indonesia
Pada hari pertama, penggalangan dana dilakukan di lampu merah Baloi Center. Respons masyarakat cukup positif. Dari aksi perdana tersebut, Komando berhasil mengumpulkan donasi sekitar Rp3,7 juta dan 10 dolar Singapura.
“Untuk hari pertama kita mengumpulkan donasi sekitar Rp3,7 juta serta 10 dolar Singapura,” ujar Feryandi.
Menurut dia, antusiasme pengguna jalan menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah.
“Nilai sebuah bantuan bukan hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi dari keikhlasan, kepedulian dan rasa persaudaraan yang diberikan,” katanya.
Penggalangan dana tersebut akan berlangsung selama sebulan. Hasil donasi akan terus diperbarui hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Solidaritas dari Batam tersebut berlangsung ketika aktivitas gempa di Flores masih belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan informasi BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 05.00 WIB, BMKG Stasiun Geofisika Kupang mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 gempa berkekuatan di atas magnitudo 5 dan 81 gempa dirasakan masyarakat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan aktivitas gempa susulan masih fluktuatif dan belum menunjukkan pola penurunan yang jelas.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk berangsur stabil. Sebagian besar gempa terjadi di wilayah laut sekitar pantai utara Pulau Flores.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi BMKG.
Di tengah situasi tersebut, gerakan Komando dari Batam menjadi bentuk solidaritas sederhana bagi warga Flores. Dari jarak ribuan kilometer, masyarakat Batam berupaya menunjukkan bahwa duka akibat bencana tidak mengenal batas daerah. (*)
Editor : Yofi Yuhendri