batampos - Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batam kini mendapat panggung baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sekitar 550 jenis produk dari 27 pelaku UMKM dipajang di D’KUMI Galeri yang hadir di Terminal Feri Internasional Sekupang.
Pojok UMKM tersebut resmi dibuka Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Selasa (18/8), dan diresmikan langsung Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam Erlita Amsakar.
Lokasi galeri sengaja ditempatkan di terminal feri internasional yang menjadi salah satu pintu masuk dan keluar wisatawan mancanegara. Dengan begitu, produk lokal Batam tidak hanya menyasar masyarakat dalam negeri, tetapi juga berpeluang dikenal wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan negara lainnya.
Amsakar mengatakan, keberadaan D’KUMI Galeri merupakan bagian dari upaya Pemko Batam memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM sekaligus menjadikan produk lokal sebagai bagian dari pengalaman wisatawan saat berada di Batam.
“Kehadiran D’KUMI Galeri ini adalah wujud komitmen Pemko Batam untuk memberi ruang dan panggung bagi pelaku UMKM kita. Kita ingin setiap wisatawan yang berkunjung atau hendak kembali melalui terminal ini membawa oleh-oleh khas Batam yang berkualitas tinggi,” ujar Amsakar.
Baca Juga: Ekspor Perikanan Batam ke Singapura Capai 3.678 Ton, Nilainya Rp125 Miliar
Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya didorong untuk menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan juga harus memiliki kualitas, kemasan menarik, legalitas lengkap, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Karena itu, Pemko Batam akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, legalitas hingga kemudahan perizinan.
“Kita ingin produk UMKM Batam semakin siap bersaing, bukan hanya di pasar lokal dan nasional, tetapi juga internasional,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam Salim mengatakan, D’KUMI Galeri menghadirkan berbagai produk hasil binaan UMKM Batam, mulai dari kuliner, makanan dan minuman olahan, kerajinan tangan, fesyen hingga produk kreatif lainnya.
Menurutnya, pemilihan Terminal Feri Internasional Sekupang sebagai salah satu lokasi Pojok UMKM merupakan langkah strategis karena tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan mancanegara.
“Inisiatif ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta mempromosikan produk lokal hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” kata Salim.
Ia menyebutkan, pada tahap awal terdapat sekitar 550 jenis produk yang berasal dari 27 pelaku UMKM Kota Batam. Produk-produk tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas menjadi pajangan, tetapi mampu membuka transaksi, jejaring bisnis, serta pasar baru bagi pelaku usaha.
Salim menambahkan, Pemko Batam juga mengembangkan Pojok UMKM di Gedung DPRD Kota Batam. Lokasi tersebut menyasar tamu kedinasan maupun peserta kunjungan kerja dari berbagai daerah di Indonesia.
Ke depan, Pemko Batam akan melakukan kurasi dan pembinaan secara berkelanjutan. Jaringan Pojok UMKM juga akan diperluas ke sejumlah titik strategis lainnya, termasuk bandar udara dan fasilitas publik.
Dengan semakin banyaknya titik promosi, produk UMKM Batam diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produk lokal, tetapi mampu menjadi bagian dari identitas ekonomi kreatif dan oleh-oleh khas Kota Batam. (*)
Editor : Yofi Yuhendri