batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengoperasikan Mobil GASING (JaGa InflaSI KeliliNG) untuk menjual sejumlah kebutuhan pokok di berbagai titik keramaian.
Program tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Wahyu Daryatin mengatakan Mobil GASING berkeliling ke sejumlah wilayah Batam setiap hari kerja dengan membawa komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat.
“Kami bekerja sama dengan Bulog dan distributor untuk menyediakan bahan kebutuhan yang paling banyak dicari masyarakat. Sekarang ini utamanya MinyaKita karena banyak informasi masyarakat kesulitan mendapatkannya di pasaran,” kata Wahyu di Batam, Kamis (20/8).
Pada Kamis, Mobil GASING berjualan di depan Masjid Cheng Ho, Bengkong. Sebelumnya, layanan serupa menyasar kawasan Belian dan Cahaya Garden, Bengkong.
Wahyu menjelaskan, lokasi penjualan ditentukan berdasarkan tingkat keramaian dan kebutuhan masyarakat.
Program tersebut akan berlangsung secara keliling selama satu bulan. Mobil GASING juga dapat beroperasi pada akhir pekan apabila terdapat kebutuhan di wilayah tertentu.
“Kalau memang dibutuhkan, Sabtu-Minggu pun kami turun ke titik yang menjadi tempat berkumpul masyarakat dan memang membutuhkan,” ujarnya.
Sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, Mobil GASING yang berada di Bengkong terlihat ramai didatangi warga. Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga yang relatif terjangkau.
MinyaKita dua liter dijual Rp31 ribu, telur ayam lokal Rp47 ribu per ikat, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp56 ribu, serta beras premium merek Gong Gong Rp65 ribu.
Untuk kegiatan di Bengkong, Disperindag Batam menyediakan 50 dus MinyaKita. Setiap dus berisi enam kemasan. Selain itu, tersedia 10 ikat telur, 10 paket beras SPHP, dan 10 paket beras premium merek Gong Gong.
“Kemarin di Belian sekitar satu jam sudah habis. Makanya kita juga menyesuaikan dengan kebutuhan warga,” kata Wahyu.
Tekan Inflasi
Wahyu mengatakan program Mobil GASING juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga laju inflasi di Batam.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, inflasi Batam pada Juli 2026 tercatat 4,33 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut menurun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 4,75 persen.
Menurut Wahyu, kondisi pasokan bahan pokok di Batam saat ini relatif aman. Stok tersedia dan harga sejumlah komoditas masih stabil.
“Untuk bahan pokok sebenarnya terpenuhi, stok ada dan harga stabil. Inflasi kemarin lebih banyak dipengaruhi komoditas lain seperti emas, BBM dan transportasi,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Mobil GASING dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
“Kami pastikan harga masih normal dan stok masih tercukupi,” katanya. (*)
Editor : Jamil Qasim