Kerangka di Hutan Sei Ladi Teridentifikasi, Polisi Temukan KTP dan Tiga Ponsel

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Polisi memeriksa kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Hutan Sei Ladi. F.ist
Polisi memeriksa kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Hutan Sei Ladi. F.ist

 
batampos - Misteri kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Hutan Sei Ladi, Batam Kota, mulai menemukan titik terang. Polisi memastikan tulang-belulang yang ditemukan berserakan tersebut merupakan jasad Wendri Saputra, 52.

Identitas Wendri terungkap setelah penyidik mencocokkan sejumlah petunjuk yang ditemukan di sekitar lokasi. Mulai dari kartu tanda penduduk (KTP), tiga telepon seluler, pakaian, sandal, hingga kondisi gigi korban menjadi bagian dari proses identifikasi.

Meski identitas korban telah diketahui, polisi masih harus mengungkap penyebab kematian Wendri. Terlebih, kerangka yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh karena sejumlah bagian tubuh tidak ditemukan.

Temuan kerangka itu bermula pada Sabtu pagi (22/8). Dua pemancing, Alek dan Putra, melintasi kawasan hutan menuju lokasi mereka memancing. Sekitar 10 meter dari jalan utama, keduanya melihat tengkorak manusia tergeletak di kawasan tersebut.

Tak jauh dari tengkorak, tulang-belulang lainnya ditemukan berserakan dengan jarak sekitar satu hingga dua meter. Di sekitar lokasi juga terdapat pakaian dan sejumlah barang yang kemudian menjadi petunjuk bagi penyidik.

Warga selanjutnya melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. Petugas memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Semak Kampung Mekar Jaya, Polisi Selidiki Identitas

Hasil pemeriksaan awal Tim Identifikasi Kepolisian (Inafis) menunjukkan kerangka tersebut sudah tidak utuh. Sejumlah bagian tubuh tidak ditemukan, di antaranya kaki kanan. Bagian tangan juga tidak lengkap. Sementara jari-jari tangan dan kaki tidak ditemukan di lokasi.

Polisi juga menemukan sejumlah barang di sekitar kerangka. Selain pakaian, sandal dan dompet, terdapat tiga unit telepon seluler serta sebuah KTP yang tercatat atas nama seseorang yang lahir pada 1974.

Petunjuk tersebut kemudian ditelusuri penyidik. Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal mengatakan, identitas Wendri diperoleh setelah polisi mencocokkan barang-barang yang ditemukan dengan keterangan sejumlah saksi yang mengenal korban.

Salah seorang saksi yang tinggal di kawasan Baloi Blok 2, menurut Benny, mengenali pakaian yang ditemukan di lokasi sebagai milik Wendri. Pencocokan juga dilakukan terhadap kondisi gigi korban.

“Gigi korban tidak rata, sesuai dengan kerangka gigi di TKP. Sandal dan HP yang ditemukan juga milik korban,” kata Benny.

Polisi kemudian menelusuri keberadaan terakhir Wendri melalui sejumlah saksi. Dari keterangan warga di Blok 2, Wendri disebut sudah sekitar dua tahun tidak lagi tinggal di tempat kos lamanya.

Sementara itu, saksi di kawasan kebun Simpang Jam, tempat Wendri pernah tinggal, menyebut korban memiliki riwayat penyakit TBC. Wendri terakhir kali terlihat pada awal Juli 2026.

“Korban sudah dua tahun tidak tinggal di kos Blok 2. Berdasarkan keterangan saksi di kebun Simpang Jam, korban sakit TBC dan terakhir bertemu pada awal Juli 2026,” ujar Benny.

Meski identitas kerangka telah dipastikan, penyelidikan masih berlanjut. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab kematian sekaligus memperkirakan rangkaian peristiwa sebelum Wendri ditemukan dalam kondisi tinggal tulang.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Rahmat Santoso mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman. Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan forensik, diperlukan untuk mengungkap secara pasti apa yang terjadi terhadap korban.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Sehari sebelumnya, kawasan Sei Ladi mendadak ramai setelah kabar penemuan tengkorak manusia menyebar. Warga yang semula hendak memancing justru menemukan bagian-bagian tubuh yang telah menjadi tulang.

Arie Handoko, warga sekitar, mengatakan informasi awal mengenai penemuan tersebut diperolehnya dari sang adik yang pergi memancing bersama sejumlah rekannya.

“Awalnya mereka mau pergi mancing. Tidak lama setelah turun dari jalan, kira-kira 10 meter dari jalan besar, mereka menemukan kerangka itu,” kata Arie saat itu. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
sei ladi identifikasi inafis polsek batam kota kerangka manusia