batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terus memperluas akses layanan keimigrasian bagi masyarakat melalui pelayanan pada akhir pekan.
Langkah tersebut dinilai membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengurus dokumen keimigrasian pada hari kerja.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, mengatakan layanan seperti Paspor Simpatik dan Paspor Merdeka mendapat respons positif dari masyarakat, meskipun hingga kini belum ditetapkan sebagai agenda rutin.
“Layanan yang diselenggarakan di akhir pekan ini cukup disambut positif karena menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Berdasarkan evaluasi, layanan tersebut dinilai telah memperluas akses layanan keimigrasian bagi masyarakat,” kata Kharisma saat dihubungi di Batam, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, tingkat antusiasme masyarakat dapat dilihat dari jumlah pemohon serta kuota layanan yang terisi melalui aplikasi M-Paspor.
Namun, Kharisma menyebut kuota Paspor Simpatik tidak selalu terisi penuh. Jumlah pemohon yang dilayani terkadang masih berada di bawah kuota yang telah disediakan.
“Antusiasme dinilai cukup tinggi dari jumlah pemohon melalui M-Paspor maupun yang walk in atau pelayanan langsung. Namun, pada hari-H pelaksanaan ada banyak faktor yang mungkin memengaruhi masyarakat tidak datang, antara lain waktu pelaksanaan atau lokasi layanan,” ujarnya.
Disesuaikan dengan Kebutuhan Masyarakat
Kharisma mengatakan pelaksanaan layanan keimigrasian pada akhir pekan untuk sementara masih disesuaikan dengan agenda Direktorat Jenderal Imigrasi, momentum tertentu, serta kebutuhan masyarakat Kota Batam.
Apabila respons masyarakat tetap tinggi, layanan akhir pekan berpotensi kembali digelar dengan mempertimbangkan ketersediaan petugas, anggaran, serta sarana dan prasarana.
“Ke depan, kita juga berencana membuka layanan konsultasi dan informasi untuk semua masyarakat. Jadi, masyarakat yang ingin bertanya langsung perihal paspor dapat datang langsung ke pelayanan kami di akhir pekan,” katanya.
Selain layanan akhir pekan, Imigrasi Batam juga memperluas akses pelayanan melalui program Reach Out. Program ini menyasar perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA).
Sepanjang 2026, layanan Reach Out telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Beberapa di antaranya digelar di PT Kinema di kawasan Nongsa dan PT Luxsan di kawasan Kabil.
Kharisma mengatakan minat perusahaan terhadap layanan Reach Out cukup baik karena memberikan kemudahan bagi perusahaan maupun tenaga kerja asing dalam memperoleh layanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke Kantor Imigrasi Batam.
“Kami melihat layanan ini masih sangat dibutuhkan, khususnya oleh perusahaan yang memiliki cukup banyak tenaga kerja asing,” ujarnya.
Sosialisasi Terus Dilakukan
Imigrasi Batam akan terus berkoordinasi dan melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan di kawasan industri agar layanan Reach Out dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sosialisasi mengenai layanan akhir pekan maupun Reach Out dilakukan melalui media sosial resmi Imigrasi Batam, komunikasi langsung dengan masyarakat, serta koordinasi dengan perusahaan.
Kharisma mengatakan informasi yang disampaikan telah mencantumkan jadwal, lokasi, jenis layanan, dan kuota yang tersedia.
Dengan informasi tersebut, masyarakat maupun perusahaan diharapkan dapat mempersiapkan seluruh persyaratan sebelum menggunakan layanan keimigrasian yang tersedia. (*)
Editor : Jamil Qasim