30 Dapur MBG di Wilayah Hinterland Batam Sudah Siap, Kapan Mulai Beroperasi?

Antara • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:07 WIB
Petugas SPPG sedang mengantar ompreng MBG di salah satu sekolah di Pulau Buluh di Batam, Kepri (30/7/2026). ANTARA/Amandine Nadja
Petugas SPPG sedang mengantar ompreng MBG di salah satu sekolah di Pulau Buluh di Batam, Kepri (30/7/2026). ANTARA/Amandine Nadja

batampos – Sebanyak 30 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil Kota Batam telah selesai dibangun. Namun, seluruh fasilitas tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah pusat sebelum dapat mulai beroperasi melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan dari total 35 titik SPPG daerah terpencil yang direncanakan di Batam, mayoritas bangunannya kini telah rampung.

"Dari seluruh titik, ada 30 yang sudah terbangun, tetapi belum ada yang beroperasi. Saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat," kata Defri di Batam, Selasa.

Ia menjelaskan, empat dapur SPPG telah memiliki kepala SPPG dan menyelesaikan proses appraisal atau penilaian aset. Sementara itu, 12 dapur lainnya telah menjalani proses appraisal meski belum memiliki kepala SPPG.

Selain itu, terdapat enam dapur yang bangunannya telah selesai namun belum memasuki tahap appraisal, serta delapan dapur lain yang masih dalam proses penilaian aset.

Menurut Defri, perkembangan pembangunan dapur SPPG di Batam mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

"Pada Maret lalu baru ada 13 dapur yang selesai dibangun. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 30 dari total 35 titik yang direncanakan," ujarnya.

Sementara itu, lima titik SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan pembangunan, meski telah terdaftar dalam portal mitra program.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan lokasi pembangunan dapur SPPG dengan memprioritaskan kawasan hinterland atau wilayah kepulauan di luar Pulau Batam. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Galang, Bulang, Belakang Padang, serta sebagian wilayah Sekupang dan Nongsa.

Beberapa lokasi diperkirakan akan melayani jumlah penerima manfaat yang cukup besar. SPPG di Tanjung Kertang, Galang, diproyeksikan melayani sekitar 1.031 penerima manfaat, Sembulang sebanyak 815 penerima manfaat, Pulau Kasu 943 penerima manfaat, dan Pulau Terong sekitar 680 penerima manfaat.

Defri menambahkan, kesiapan bangunan merupakan salah satu tahapan penting sebelum dapur mulai beroperasi. Setelah seluruh proses administrasi dan penilaian aset selesai, pengoperasian SPPG tetap menunggu keputusan dan jadwal resmi dari pemerintah pusat.

Secara keseluruhan, Provinsi Kepulauan Riau memiliki 164 titik SPPG daerah terpencil yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Rinciannya meliputi satu titik di Tanjungpinang, 17 titik di Bintan, 18 titik di Karimun, 14 titik di Natuna, 23 titik di Kepulauan Anambas, 56 titik di Lingga, dan 35 titik di Kota Batam. (*)

Editor : Putut Ariyo
SPPG Batam Hinterland kepulauan riau batam Makan Bergizi Gratis