batampos - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam Yosafat Rizanto menekankan pentingnya integritas dan kekompakan kepada seluruh jajaran pengamanan. Ia meminta petugas tidak hanya fokus menjalankan tugas, tetapi juga membangun kerja sama yang sehat dan saling mendukung.
Pesan tersebut disampaikan Yosafat saat memberikan pengarahan dalam briefing pengamanan yang diikuti seluruh jajaran pengamanan Lapas Kelas IIA Batam, Rabu (26/8).
Dalam arahannya, Yosafat mengingatkan bahwa tugas pengamanan membutuhkan tanggung jawab dan integritas yang kuat. Setiap petugas harus mampu menjaga kepercayaan yang diberikan serta menjalankan tugas secara profesional.
Namun, menurutnya, integritas dalam bekerja juga harus dibarengi dengan kepedulian terhadap rekan satu tim. Kekompakan menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan optimal.
“Tetap jaga integritas, bekerja dengan hati, dan jangan makan tulang kawan. Mari kita bangun kerja sama yang baik, saling membantu, dan saling menguatkan dalam melaksanakan tugas,” tegas Yosafat.
Baca Juga: Polda Kepri Bagi Zona Penanganan Karhutla, Setiap Kebakaran Diselidiki
Pesan “jangan makan tulang kawan” tersebut menjadi penekanan agar tidak ada petugas yang bekerja dengan mengorbankan atau memanfaatkan rekan lainnya. Sebaliknya, setiap anggota diminta membangun budaya kerja yang saling membantu dan menguatkan.
Yosafat menilai keberhasilan pengamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu atau dua orang. Setiap personel memiliki peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarpetugas harus terus diperkuat. Jika muncul persoalan dalam pelaksanaan tugas, penyelesaiannya harus dilakukan secara bersama-sama dengan tetap mengedepankan aturan dan profesionalisme.
Pesan “bekerja dengan hati” juga menjadi penekanan Yosafat. Menurutnya, tugas pemasyarakatan membutuhkan kesungguhan karena petugas tidak hanya bertanggung jawab terhadap aspek keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Batam Ousza Jaensti, yang baru mengemban tugas tersebut, turut memberikan pengarahan kepada jajaran pengamanan.
Ousza memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan arahan Kalapas, terutama dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama di antara petugas.
Ia mengajak seluruh jajaran pengamanan membangun soliditas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keamanan dan ketertiban Lapas merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kesamaan langkah dari seluruh personel.
Dengan koordinasi yang baik, setiap potensi gangguan keamanan maupun persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Penguatan integritas dan soliditas tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas IIA Batam.
Bagi jajaran pengamanan, pesan yang disampaikan Kalapas menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal kesiapsiagaan menghadapi gangguan, tetapi juga tentang bagaimana membangun tim yang dapat dipercaya, kompak, dan saling menguatkan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri