Migrant Center Jadi Pintu Aman Warga Kepri Cari Kerja ke Luar Negeri

Antara • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:34 WIB
Seorang mahasiswa ke Migrant Center BP3MI Kepri di Batam Tourism Polytechnic di Batam, Kepri, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Amandine Nadja
Seorang mahasiswa ke Migrant Center BP3MI Kepri di Batam Tourism Polytechnic di Batam, Kepri, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Amandine Nadja

batampos – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan keberadaan Migrant Center sebagai pusat informasi sekaligus sarana menjaring calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang ingin bekerja ke luar negeri.

Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan Migrant Center yang telah tersedia di Politeknik Negeri Batam, Batam Tourism Polytechnic (BTP), dan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang menjadi bagian dari ekosistem tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran di Kepulauan Riau.

Menurut Imam, keberadaan pusat informasi tersebut memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk memperoleh informasi resmi mengenai peluang kerja di luar negeri. Petugas BP3MI juga ditempatkan di lokasi untuk memberikan penjelasan kepada calon pekerja migran.

"Migrant Center ini sebagai pusat informasi. Ketika nanti dari Migrant Center melakukan publikasi informasi, di situlah mereka bisa meminta informasi detailnya. Ada petugas kami yang setiap hari berada di lokasi," kata Imam di Batam, Kamis.

Informasi Lowongan hingga Program SMK Go Global

Informasi yang tersedia di Migrant Center mencakup peluang kerja, job order, serta berbagai program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Salah satu program yang disosialisasikan melalui pusat informasi tersebut adalah SMK Go Global, yang diluncurkan pada Rabu (27/8).

Migrant Center juga tidak hanya berfungsi sebagai tempat konsultasi. Fasilitas tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas calon pekerja migran.

"Sudah banyak yang berkunjung ke Migrant Center di kalangan mahasiswa, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas SMK Go Global itu terjaring melalui Migrant Center," ujarnya.

Imam berharap keberadaan Migrant Center dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar dan resmi sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. Dengan informasi yang memadai, calon pekerja migran diharapkan memahami prosedur penempatan serta mampu menghindari tawaran pekerjaan ilegal.

BP3MI Kepri Jajaki Migrant Center di UMRAH

Untuk memperluas akses informasi, BP3MI Kepri juga menjajaki pembentukan Migrant Center di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Imam mengatakan pihak kampus menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, karakter UMRAH sebagai perguruan tinggi dengan bidang kemaritiman juga membuka peluang penempatan pekerja migran pada sektor pelayaran.

"Sudah kami temui dan pihak kampus sangat mendukung. UMRAH merupakan kampus dengan spesialisasi di bidang maritim, dan ini juga membuka peluang untuk job order seperti able seaman dan di bidang perkapalan," katanya.

2.665 PMI Dipulangkan dari Malaysia

Di sisi lain, BP3MI Kepri mencatat sebanyak 2.665 pekerja migran telah dipulangkan melalui proses deportasi dari Malaysia hingga Agustus 2026.

Para pekerja migran tersebut terlebih dahulu dipulangkan ke Batam sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing.

Imam menegaskan bahwa para pekerja migran yang dideportasi tersebut tidak seluruhnya berasal dari Kepulauan Riau. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah terbesar berasal dari Jawa Timur.

"2.665 itu deportasi dari Malaysia semua. Bukan semuanya asal Kepri, pekerja migran yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Paling banyak dari Jawa Timur," ujarnya.

Sementara itu, jumlah penempatan pekerja migran melalui BP3MI Kepri hingga Agustus 2026 mencapai 3.095 orang.

Penempatan tersebut didominasi tujuan Malaysia dan Singapura. Namun, terdapat pula pekerja migran yang ditempatkan di sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, hingga Rusia.

"Penempatan ini mayoritas ke Malaysia dan Singapura, namun ada juga yang ke Eropa, Timur Tengah dan juga Rusia," kata Imam.

Menurutnya, jumlah penempatan yang lebih tinggi dibandingkan pekerja migran yang dipulangkan melalui deportasi menjadi salah satu indikator upaya BP3MI Kepri dalam memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran secara resmi.

Keberadaan Migrant Center di sejumlah perguruan tinggi diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap informasi pekerjaan luar negeri yang legal, aman, dan sesuai prosedur. (*)

Editor : Putut Ariyo
BP3MI Kepri Migrant Center PMI Kepri Kerja Luar Negeri pekerja migran