Seminar Akademik UT Batam Soroti Tantangan Lulusan di Era Persaingan Global

M Tahang • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Seminar Akademik UT Batam membekali calon wisudawan dengan materi integritas dan inovasi. Foto: Istimewa
Seminar Akademik UT Batam membekali calon wisudawan dengan materi integritas dan inovasi. Foto: Istimewa

batampos – Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan dengan kemampuan akademik yang mumpuni. Kemampuan beradaptasi, menjaga integritas, menguasai teknologi, dan menciptakan inovasi menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

Pesan itu disampaikan dalam Seminar Akademik Universitas Terbuka (UT) Batam yang digelar di Pacific Palace Hotel Batam, Jumat (28/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Daerah Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Genap.

Seminar mengangkat tema ”Mencetak Generasi Inovatif, Berintegritas dan Mendunia”. Tema tersebut menjadi penekanan bagi calon wisudawan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu memberikan dampak setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Direktur UT Batam Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si. mengatakan, mahasiswa UT berasal dari latar belakang dan daerah yang beragam. Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh memungkinkan mahasiswa tetap menempuh pendidikan di tengah keterbatasan jarak, kondisi geografis, pekerjaan, maupun tanggung jawab lainnya.

Menurut Pismia, keberagaman tersebut justru menjadi bagian dari kekuatan UT dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Kepulauan Riau.

Pada kesempatan itu, Pismia juga memberikan apresiasi kepada para calon wisudawan yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan bersiap mengikuti prosesi wisuda.

Seminar menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Batam Riama Manurung, S.H., M.H. serta Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau Afitri Susanti, S.Psi., M.M., Ch.T.

Riama mengingatkan pentingnya menjaga karakter dan nilai Pancasila di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diiringi karakter yang kuat agar tidak mengikis nilai-nilai kebangsaan.

”Karakter bangsa mengalami degradasi, jadi mari lihat nilai luhur yang terdapat pada Pancasila sebagai landasan bermasyarakat,” ujar Riama.

Ia mengajak para calon lulusan UT mengambil peran lebih besar sebagai penggerak riset dan inovasi, sekaligus menjadi bagian dalam menjaga integritas bangsa.

”Jadilah pelopor inovasi, integritas dan keunggulan internasional,” katanya.

Sementara itu, Afitri Susanti menilai tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks. Kemampuan akademik harus dibarengi kemampuan beradaptasi dan keberanian menciptakan solusi.

”Dunia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, berintegritas dan siap berkarya untuk dunia,” ujarnya.

Ia juga mendorong lulusan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Afitri, inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Inovasi juga dapat diwujudkan melalui kemampuan menghadirkan solusi untuk memperbaiki kondisi yang sudah ada.

”Masa depan milik mereka yang berani menjadi manusia terbaik versi dirinya, menggunakan teknologi untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi dunia,” katanya.

Seminar turut dihadiri perwakilan pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Batam. Organisasi tersebut memperkenalkan perannya dalam membangun jejaring alumni sekaligus menyampaikan sejumlah program yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan lulusan.

IKA UT Batam juga membuka peluang program beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan.

Melalui kegiatan tersebut, UT Batam berharap calon wisudawan mampu membawa bekal yang lebih luas setelah lulus. Tidak hanya kompetensi akademik, tetapi juga karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian berinovasi untuk menghadapi dunia yang semakin kompetitif. (*)

Editor : M Tahang
Seminar Akademik ut batam