Wisuda UT Batam, 804 Lulusan Didorong Siap Hadapi Dunia Kerja

Eusebius Sara • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Universitas Terbuka Batam mewisuda 804 mahasiswa untuk Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel Batam, Sabtu (29/8). Foto: UT Batam untuk Batam Pos
Universitas Terbuka Batam mewisuda 804 mahasiswa untuk Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel Batam, Sabtu (29/8). Foto: UT Batam untuk Batam Pos

batampos – Gelar akademik bukan menjadi akhir perjalanan bagi 804 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Batam yang diwisuda, Sabtu (29/8). Para lulusan justru dihadapkan pada tantangan baru untuk membuktikan kemampuan, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Genap yang digelar di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel Batam. Mengusung tema Mencetak Generasi Inovatif, Berintegritas dan Mendunia, para wisudawan didorong tidak berhenti setelah memperoleh gelar.

Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh, dan Alumni Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., mengatakan dunia setelah wisuda menuntut lulusan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan.

Menurut dia, salah satu modal penting yang harus dibawa lulusan ketika memasuki dunia profesional adalah integritas. Sikap tersebut tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan melalui kejujuran dan konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.

“Junjung tinggi etika profesi,” tegas Paken.

Ia mengatakan kejujuran menjadi dasar untuk membangun kepercayaan, baik dari kolega, pimpinan maupun masyarakat. Karena itu, lulusan UT diminta menjaga kesesuaian antara apa yang diucapkan dan tindakan yang dilakukan.

Pesan tersebut berlaku bagi seluruh lulusan, termasuk mereka yang berkarier sebagai guru, anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya. Keahlian yang diperoleh melalui pendidikan harus diiringi dengan tanggung jawab dan etika profesi.

Tak hanya integritas, Paken juga meminta lulusan memiliki keberanian untuk berinovasi. Perubahan, kata dia, tidak selalu berjalan mudah sehingga membutuhkan keberanian mengambil risiko, ketekunan, dan sikap pantang menyerah.

“Setelah wisuda, ini bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Justru ini menjadi tahap penting untuk membuktikan kemampuan dan mengimplementasikan ilmu yang sudah diperoleh,” ujarnya.

Direktur UT Batam Dr. Pismia Sylvi mengatakan, 804 mahasiswa yang dikukuhkan pada periode tersebut diharapkan mampu menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada.

Ia meminta para lulusan menunjukkan kualitas pendidikan UT melalui sikap dan kontribusi mereka di masyarakat.

“Dimanapun saudara berada, tunjukkan kualitas UT, jangan memalukan almamater dan tunjukkan integritas kepada masyarakat,” pesan Pismia.

Pismia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam yang selama ini mendukung perkembangan pendidikan UT di daerah.

Bagi para wisudawan, perjalanan menuju hari pengukuhan tersebut tidak hanya menghasilkan gelar akademik. Perwakilan wisudawan, Tino, mengatakan proses pendidikan di UT turut membentuk disiplin dan kemandirian.

Ia mengapresiasi dosen, tutor, dan jajaran staf UT yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan dan mewujudkan cita-cita yang sempat tertunda.

“Kami tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga disiplin diri dan kemandirian,” ujarnya.

Kini, 804 lulusan tersebut memasuki fase baru. Bekal pendidikan, disiplin, kemandirian, integritas, dan keberanian berinovasi diharapkan menjadi modal untuk menghadapi dunia kerja sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Wisuda pun tidak sekadar menjadi seremoni pengukuhan gelar, tetapi menjadi momentum bagi para lulusan UT Batam untuk membuktikan kemampuan dan membawa nama baik almamater di tengah perubahan yang terus berlangsung. (*)

Editor : M Tahang
Wisuda UT Batam dunia kerja