batampos – Menunggu tubuh menunjukkan keluhan sebelum memeriksakan kesehatan masih menjadi kebiasaan sebagian perempuan. Padahal, sejumlah faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal melalui pemeriksaan dan skrining secara berkala.
Kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak dini menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam Seminar Nasional Awam “She Thrives: A Road to Better Health” yang digelar Prodia di Hotel Planet Holiday Batam, Sabtu (29/8).
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi onkologi, dr. Gumilang Wiranegara, Sp.OG (K) Onk, FMIS, mengatakan pemeriksaan kesehatan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah merasakan gangguan pada tubuh.
Menurut dia, perempuan perlu memahami kondisi tubuh sekaligus mengenali faktor risiko yang dimiliki. Dengan begitu, langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Menjaga kesehatan perempuan perlu dimulai dari kesadaran untuk mengenali kondisi tubuh dan memahami faktor risiko yang dimiliki. Dengan melakukan langkah preventif dan skrining secara tepat, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan lebih dini dan menentukan langkah selanjutnya dengan lebih baik,” ujar Gumilang.
Ia menjelaskan, kebutuhan kesehatan setiap perempuan tidak selalu sama. Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan sesuai kondisi, usia, serta faktor risiko masing-masing.
Skrining kesehatan juga tidak berdiri sendiri. Menurut Gumilang, upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mengombinasikan pemeriksaan berkala, pola hidup sehat dan pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Teknologi Bantu Deteksi Lebih Dini
Perkembangan teknologi pemeriksaan laboratorium turut membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mudah memantau kondisi kesehatan.
Regional Product Executive Sumatra Area Prodia, Bernard Adi Duanta Tarigan, mengatakan hasil pemeriksaan dapat memberikan gambaran kondisi tubuh secara lebih objektif. Informasi tersebut dapat membantu seseorang menentukan langkah kesehatan yang sesuai.
“Kesadaran untuk menjaga kesehatan perlu dibangun sebelum muncul keluhan. Dengan akses terhadap edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang semakin mudah, masyarakat memiliki kesempatan untuk lebih mengenali kondisi tubuh dan mengambil langkah kesehatan secara lebih proaktif,” katanya.
Menurut Bernard, kemudahan akses pemeriksaan menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong masyarakat melakukan deteksi lebih awal. Prodia saat ini juga menyediakan layanan pemeriksaan di rumah serta akses melalui aplikasi digital.
Seminar di Batam tersebut merupakan bagian dari rangkaian edukasi kesehatan Prodia yang digelar di sejumlah kota sepanjang 2026. Kegiatan tersebut membahas pentingnya pendekatan preventif sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan perempuan.
Bagi perempuan, pemeriksaan berkala diharapkan tidak lagi dipandang sebagai tindakan yang dilakukan ketika sakit. Skrining, pola makan yang baik, aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Dengan mengenali kondisi tubuh lebih awal, perempuan diharapkan dapat mengambil keputusan kesehatan secara lebih tepat dan menjaga kualitas hidup tetap optimal di berbagai tahapan kehidupan. (*)
Editor : M Tahang