Tari Nusantara Semarakkan Malam Puncak HUT ke-81 RI di Pesona Mantang Bengkong

M Tahang • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:01 WIB
Anak-anak dan remaja tampil membawakan tari Nusantara pada malam puncak HUT ke-81 RI di Perumahan Pesona Mantang, Tanjung Buntung, Bengkong, Batam, Sabtu (29/8). Foto: Mahfut Ashari/Batam Pos
Anak-anak dan remaja di bawah bimbingan Ibu Heru Muhadi tampil membawakan tari Nusantara pada malam puncak HUT ke-81 RI di Perumahan Pesona Mantang, Tanjung Buntung, Bengkong, Batam, Sabtu (29/8). Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Tepuk tangan dan sorak warga menggema di Perumahan Pesona Mantang, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam, saat anak-anak hingga remaja tampil membawakan beragam tari Nusantara. Panggung hiburan itu menjadi salah satu momen yang paling dinanti dalam malam puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RT 04/RW 15, Sabtu (29/8).

Dengan mengenakan kostum bernuansa daerah, para penari cilik hingga remaja bergantian tampil di hadapan warga. Penampilan tersebut tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Malam puncak tersebut merupakan penutup rangkaian kegiatan yang digelar warga sepanjang Agustus. Mengusung tema “Bersatu, Berkarya dan Bersemangat Mengisi Kemerdekaan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan diisi panggung seni, pembagian hadiah perlombaan hingga hiburan bersama.

Ketua Panitia HUT RI RT 04/RW 15, Muhammad Ihsan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga semangat persatuan.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat memupuk semangat, kekompakan, persatuan dan kesatuan warga, khususnya RT 04/RW 15,” ujar Ihsan.

Semarak acara semakin terasa ketika anak-anak mulai memenuhi panggung. Mereka membawakan sejumlah tarian Nusantara, mulai dari peserta usia playgroup hingga remaja. Warga yang memadati lokasi memberikan tepuk tangan setiap kali penampilan selesai.

Camat Bengkong M. Fairus R Batubara yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi kekompakan warga dan kreativitas panitia. Ia bahkan memberikan saweran kepada anak-anak yang tampil.

Suasana kemudian semakin cair ketika istri Fairus ikut naik ke panggung dan bernyanyi. Lagu Ayo Goyang Dumang mengundang sejumlah ibu-ibu warga untuk ikut berjoget bersama.

Acara yang dipandu Fadil dan Erna itu pun berlangsung semakin meriah. Interaksi antara pengisi acara dan warga membuat panggung hiburan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga ruang bagi warga untuk berbaur.

Selain pertunjukan seni, panitia juga membagikan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar sepanjang Agustus. Di antaranya jalan santai, upacara bendera, fashion show, lomba memasang sarung, tangkap balon, tiup gelas, lari ambil bendera, cukurukuk, ulat kardus hingga permainan konsentrasi lompat kiri-kanan.

Ketua RT 04/RW 15, Jurnalis Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang ikut menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada ketua panitia, perangkat RT, bapak dan ibu yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba dan malam puncak ini. Terima kasih juga kepada anak-anak yang telah tampil serta ibu-ibu yang membimbing dan mengajari mereka menari,” katanya.

Bagi warga RT 04/RW 15, perayaan HUT Kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar terlibat dalam kegiatan masyarakat.

Jurnalis mengatakan remaja RT 04 selalu dilibatkan dalam kepanitiaan. Mereka juga diberi ruang untuk menyusun berbagai agenda kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan tersebut penting untuk melatih kerja sama, tanggung jawab dan kepemimpinan melalui kegiatan yang positif.

“Kami ingin anak-anak muda belajar berorganisasi dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga ikut memikirkan dan menjalankan kegiatan,” ujarnya.

Kemeriahan belum berakhir menjelang penutupan. Ketua RW 15 Muhammad Jasrol menggelar kuis spontan untuk warga. Mereka yang berhasil menjawab pertanyaan dipersilakan naik ke panggung untuk mendapatkan hadiah.

Jawaban spontan warga beberapa kali mengundang gelak tawa. Suasana semakin akrab sebelum acara ditutup dengan bernyanyi bersama.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa semangat kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat. Dari panggung sederhana, anak-anak belajar berkesenian, remaja belajar berorganisasi, sementara warga kembali dipertemukan dalam suasana kebersamaan dan gotong royong. (*)

Editor : M Tahang
tari Nusantara Malam Puncak HUT ke-81 RI Pesona Mantang Bengkong